Selasa, 27 September 2022


Dari Chef, Riady jadi Juragan Vanili

25 Agu 2022, 14:54 WIBEditor : Yulianto

Riady, chef yang sukses budidayakan vanili | Sumber Foto:Humas Ditjen Perkebunan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi---Komoditas Vanili ibarat emas hijau.  Dengan harga yang mencapai jutaan rupiah perkilogram, budidaya vanili memang menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi kalangan milenial. Seperti Riady dan Abdullah yang sejak 2017 sudah menggeluti vanili.

Riady mengatakan, vanili memiliki potensi besar. Namun, budidaya vanilla sangat terbatas, hanya dapat dilakukan di negara dengan Iklim tertentu seperti Indonesia. Karena itu, budidaya vanili minim kompetitor dan perang harga. Apalagi dengan proses pasca panen yang tepat dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih tinggi.

“Komoditas Vanili jika dijalankan dengan ketekunan dan kesabaran bisa menjadi sumber yang berharga dan sangat menghasilkan,” ujar Riady. Salah satu motivasi Riady mengembangkan vanili, karena vanili di pasar internasional, terutama dalam bentuk kering sangat stabil.

Bahkan Riady sudah pernah menjual ke Hotel Bintang 5 di Jakarta, Cafe dan Bakery. Bahkan pasarnya hingga ke luar negeri seperti Singapore, Jepang, Thailand, AS, Belanda. “Saya bersama partner, Abdullah, sudah merasakan harga vanili yang baik, walau dengan trial dan error pasca panen yang cukup panjang,” tuturnya.

Riady mengungkapkan, keberhasilan dalam budidaya vanili membuat dirinya dipanggil Liputan dan Podcast untuk Majalah Bareca (Bakery Resto Cafe). “Saya diminta membahas vanili dan rempah dalam industri kuliner, karena sebelumnya saya berprofesi sebagai chef,” jelasnya.

Riady brharap ke depannya hasil vanili dapat lebih berkualitas dan citra vanili Indonesia semakin baik dipasar dunia, serta petani vanili semakin sejahtera.

Kementerian Pertanian terus berupaya mendorong dan memotivasi agar generasi muda atau milenial berminat menggeluti bidang perkebunan. Sudah saatnya menggenjot regenerasi pekebun karena kebutuhan komoditas perkebunan kian diminati pasar dunia.

Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, potensi vanili atau emas hijau perkebunan Indonesia cukup besar dan tentunya perlu memperhatikan positioning atau strategi pasar yang tepat.

Saat ini harga vanili basah kisaran Rp 200-300 ribu/kg, sedangkan vanili kering kualitas biasa/asalan mencapai Rp 1-3 juta/kg tergantung mutu grading. Untuk kualitas ekspor bisa diatas Rp 5 - 7 juta/kg.

Menurut Andi Nur, perlunya strategi pasar yang kuat dalam pengembangan vanili. Salah satunya memperhatikan mutu dan kemasan produk agar dapat bersaing dipasar global. Selain itu juga diperkuat dan diarahkan melalui e-commerce atau digital marketing platform. Diharapkan vanili dapat dikembangkan secara luas dan pekebun semakin sejahtera.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018