
Ester Bersama PPL Ariance Bumma di Ladang Cabai
TABLOIDSINARTANI.COM, Alor, NTT --- Dari lereng pegunungan Desa Lembur Timur, Kecamatan Lembur, muncul petani perempuan tangguh yang sukses memanfaatkan alam untuk mendulang rupiah.
Dialah Ester Famani, petani inspiratif yang berhasil membudidayakan tanaman cabai (Lombok) di dataran tinggi hanya dengan mengandalkan air hujan.
Ester tak memulai usahanya dari nol. Sebelumnya, wanita 50 tahun ibu sudah akrab dengan ladang jagung, padi ladang, dan kacang hijau, namun hasilnya hanya cukup untuk konsumsi sehari-hari.
Titik balik datang pada tahun 2021, saat ia melihat peluang besar dari tingginya harga cabai saat musim hujan bisa mencapai Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
“Saya lihat harga cabai naik saat musim hujan. Waktu itu saya berpikir, kenapa tidak coba tanam cabai saja?” ungkap Ester.
Dorongan juga datang dari program yang digagas mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor, Yustus B. Dopong Abora, SP, pada tahun 2019.
Dalam program tersebut, petani yang menanam 5.000 pohon cabai dijanjikan insentif Rp2 juta sebagai bentuk motivasi agar Alor bisa mandiri cabai dan tidak lagi tergantung dari luar daerah.
Meski tidak menanam hingga 5.000 pohon dan tidak menerima insentif, Ester tetap lanjut menanam cabai karena ia telah merasakan sendiri manisnya hasil panen.
Mulai dari 2.500 pohon pada 2021, ia terus menambah luas lahan tanam setiap tahunnya.
Hasil panennya cukup untuk menunjang ekonomi keluarga, bahkan menyekolahkan anak-anaknya.
“Saya tidak dapat hadiah, tapi penghasilan saya justru lebih dari cukup. Saya bisa hidup dari tanaman cabai ini,” katanya penuh syukur.
Tentu saja, perjalanan Ester tidak selalu mulus. Tantangan terbesarnya adalah keterbatasan air di daerah pegunungan. Namun, ia tidak menyerah.
Berkat bimbingan penyuluh pertanian lapangan, Ariance Bumma, ia belajar memanfaatkan air hujan sebagai solusi utama.
Dari persemaian hingga pengendalian hama, Ester mendapat pendampingan langsung.
“Bu Ariance selalu bilang, kalau mau berhasil, harus punya semangat. Air hujan pun bisa jadi berkah kalau kita tahu cara mengelolanya,” ujar Ester.
Kini, cabai bukan hanya tanaman bagi Ester. Ia telah menjadikannya sebagai sumber harapan dan penggerak ekonomi keluarga.
Setiap musim tanam, ia semakin bersemangat memperluas lahannya dan terus mengajak petani lain ikut menanam cabai.
“Ayo petani Alor, manfaatkan potensi lahan yang ada! Walaupun air terbatas, kita bisa tanam cabai dengan mengandalkan musim hujan. Hasilnya bisa bantu ekonomi keluarga,” serunya.