Senin, 18 Februari 2019


I Wayan Padet, Untung Hampir Rp 1 Miliar per tahun dari Pertanian

21 Jan 2019, 16:28 WIBEditor : Ahmad Soim

I Wayan Padet bersama istri dan PPL Pusat | Sumber Foto:Dok Posluhtan Kementan

I Wayan Padet termasuk petani yang pantang menyerah dan kreatif. Petani dari Morowali ini adalah petani transmigran dari Bali.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Morowali - Pada awalnya, dia merasa sulit untuk bertani, lalu ia bekerja di perusahaan pembibitan sawit. Dapat uang, Nyoman Padet pulang ke Bali dan menikah dengan gadis Bali untuk dibawa ke Morowali hidup dari pertanian.

Hasil pendapatannya luar biasa. Dari penangkaran padi  untuk 2 musim tanam, ia memperoleh pendapatan Rp. 1.200.000.000,-, Dari usaha tani  padi di luar penangkaran  sebesar Rp. 48.000.000,- Dari Kelapa Sawit sebesar Rp. 28.780.000,-Dari Hortikultura sebesar Rp. 17.680.000,- dan Dari ternak babi  berkisar  Rp. 4.000.000,-, sehingga total pendapatan per tahun sekitar Rp. 1.118.460.000. Biaya yang dikeluarkan berkisar 174.542.000,-, sehingga laba atau untung berkisar Rp. 943.918.000,-

 I Wayan Padet,   adalah Ketua Gapoktan Triwanjasa. Dia juga pendiri dan pengelola Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya (P4S) yang dia namakan P4S Harapan Baru. Selain itu dalam struktur organisasi KTNA dia menduduki Wakil KTNA Kabupaten Morowali.

 

BACA JUGA:

> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung

> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci

> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta

 

Pria transmigran dari Bali ini sudah Bertani sejak tahun 1986. Awalnya, dia mengalami banyak kesulitan. Terutama  modal yang terbatas. Pada tahun 1987-1991, ia mencari modal dan pengetahuan dengan bekerja di CV Arico Persada di Kabupaten Pontianak yang bergerak di bidang pembibitan kelapa sawit. Setelah terkumpul modal usaha dan modal pengetahuan, maka dia pulang ke Bali untuk mempersunting gadis idamannya bernama I Komang Muliawati untuk selanjutnya diajak ke Morowali di Desa Lambelu, Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali, tempat I Wayan Padet mengikuti program transmigran.

Bersama Istri Tercinta, Terasa Lebih Mudah

Mulai saat itulah I Wayan Padet  berusaha tani merasa lebih mudah. Dia tetap berusaha tani  padi dan ditambah usaha pembibitan kelapa sawit dan berkebun kelapa sawit. Tahun demi tahun berkat aktifitas mengakses teknologi, akhirnya usahatani  padi dia tingkatkan menjadi usaha penangkaran padi, sehingga usahataninya pun semakin berkembang.

Meskipun usaha penangkaran benih maju pesat, namum tidak gampang puas, dia juga mengembangkan komoditas buah-buahan seperti sawo, jambu Kristal, klengkeng, mangga madu dan lainnya. Bahkan dia juga sebagai penangkar tanaman buah-buahan. Disamping itu juga beternak babi dan sapi.

Dari semua usaha tani itu, pada  tahun 2017, Nyoman Padet mampu menghasilkan minimal sekitar  Rp 940 juta. Terjadi kenaikan lebih dari 100 % dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut sebagai dampak adanya bantuan alsintan yang diberikan pemerintah kepada kelompoknya, sehingga   ia bisa manfaatkan untuk memperluas lahan yang digarapnya dengan menyewa lahan di wilayahnya yang tidak digarap. Suatu penghasilan yang sangat fantastis dicapai oleh seorang petani. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, ternyata I Wayan Padet mampu memasok benih padi tidak hanya di wilayah Morowali saja tetapi juga ke kabupaten-kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam mensukseskan program pemerintah, selain mampu  meningkatkan Luas Tambah Tanam di tahun 2017 tersebut, dia juga menggerakan gapoktan dan kelompok-kelompoknya untuk menjual sebagian gabahnya ke Dolog, Peran I Wayan dalam pemberdayaan masyarakat tentunya sangat besar karena selain sebagai pengelola P4 S juga sebagai ketua organisasi petani di sana sini, sehingga tidak mustahil dia aktif mengikuti pertemuan penyuluhan, aktif mengikuti kegiatan penyuluhan pedesaan, maupun aktif melaksanakan penyuluhan bagi petani terutama yang magang di P4S yang dia kelola.

Dalam menjalankan usahanya I Wayan Padet, tidak hanya mengandalkan modal sendiri namun juga telah mampu mengakses modal dari perbankan untuk mendukung dan memperlancar usahanya. 

 

Reporter : Yulia TS
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018