Senin, 22 April 2019


Gapoktan Manunggal Bermitra Merintis Memproduksi Benih Kedelai

22 Jan 2019, 10:31 WIBEditor : Ahmad Soim

Lahan pembenihan kedelai Gapoktan Manunggal Bantul | Sumber Foto:Pusluhtan Kementan

Sebagai usaha rintisan, usaha pembenihan kedelai ini mereka merasa beruntung. Selanjutnya usaha ini akan dikembangkan lebih baik lagi

 

 TABLOIDSINARTANI.COM - Gapoktan Manunggal terjun usaha perbenihan kedelai sejak tahun 2017. Menyadari belum memiliki pengalaman, maka Gapoktan ini bermitra dengan  Kelompok Tani Pelemsewu pada lahan 5 hektar. Poktani Palemsewu memiliki banyak pengalaman memproduksi dan menjual benih kedelai.

 

Jarwoto adalah Ketua I Gapoktan ini. Dia menjelaskan varietas kedelai yang diusahakan varietas Anjasmoro dengan produktivitas  3,8 ton per hektar. Pada akhir Februari 2018, Gapoktan ini berhasil panen benih kedelai yang sudah bersertifikasi. Kelompok ini mendapatkan keuntungan hamper Rp 5 juta atau tepatnya Rp 4.714.000,00. 

 

Sebagai usaha rintisan, usaha pembenihan kedelai ini mereka merasa beruntung. Selanjutnya usaha ini akan dikembangkan lebih baik lagi. Semoga untungnya terus meningkat.Gapoktan ini berada di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Anggotanya sangat banyak:  1.002 orang yang berasal dari 7 kelompok tani, 1 kelompok wanita tani, 9 kelompok ternak sapi, dan 2 kelompok ternak kambing.

 

BACA JUGA:

> Festival Buah Langka Diserbu Pengunjung

> Buah Surga Antarkan Warta Menginjak Tanah Suci

> Bermitra dengan Perusahaan, Petani Teh Terima KUR Rp 100 Juta

 


Gapoktan Manunggal dibentuk melalui musyawarah anggota dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pangan yang berkualitas serta meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya.

 
Saat ini Gapoktan Manunggal juga sedang mengembangkan unit usaha simpan-pinjam/LKMA .  Pengembangan unit usaha simpan-pinjam/Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A)  didukung bantuan modal dari Pemerintah berupa program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sejumlah Rp 100 juta pada tahun 2010. Bantuan modal tersebut  dipinjamkan kepada petani anggota dengan jasa 1% per bulan.

 

Pada akhir bulan Desember 2017, modal LKMA ini berkembang menjadi Rp. 157.644.957,00 atau meningkat sebesar Rp 57.644.957,00 (57,64%) selama 7 tahun.

 
Pinjaman dari LKM-A dimanfaatkan anggota untuk tambahan modal usaha tani budidaya tanaman (on farm) dan pengolahan makanan (off farm). Budidaya tanaman berupa bertanam padi, jagung, dan kedelai. Sedangkan pinjaman ada yang digunakan anggota untuk pengembangan usaha pengolahan berupa industri rumah tangga, antara lain: membuat tauge kacang hijau, tahu, tempe, kripik-kripik, dan kue-kue basah.

 
Petani yang tergabung dalam Gapoktan ini juga rajin membayar iuran anggota meliputi simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Sampai akhir bulan Desember 2017 simpanan anggota berjumlah Rp 49.070.922,00 yang terdiri dari: simpanan pokok sebesar Rp 7.820.000,00, simpanan wajib sebesar Rp 14.066.000,00, dan simpanan sukarela sebesar Rp 27.184.922,00. Iuran wajib yang dibayar pada pertemuan rutin gapoktan setiap hari Rabu Minggu I sebesar Rp 10.000,- per kelompok.

 

Gapoktan membuat program untuk meningkatkan skala usaha tani dan pendapatan anggota,  melakukan pembinaan kepada anggota untuk meningkatkan produktivitas usaha taninya. Pembinaan dilakukan melalui  pertemuan rutin gapoktan setiap hari Rabu Minggu I  yang diikuti perwakilan kelompok tani yang bergabung. Selain pada pertemuan, juga dilakukan di lahan usaha tani yang diikuti oleh pengurus dan anggota gapoktan. Materi yang disampaikan antara lain budidya yang baik agar diperoleh peningkatan produksi untuk komoditas tanaman padi, jagung, kedelai, dan sistem tanam padi jajar legowo untuk tanam padi.

Reporter : Pusluhtan
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018