Selasa, 26 Maret 2019


Antisipasi Kekurangan Air Petani Gunungkidul Bangun Sumur Dangkal Swadaya

22 Peb 2019, 06:26 WIBEditor : Ahmad Soim

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto meresmikan sumur dangkal swadaya petani | Sumber Foto:IWA

Sumur dangkal dengan pompa submersible dibangun dengan biaya swadaya sebesar Rp 50.000.000,- dengan perincian instalasi listrik menelan Rp 35.000.000,- sisanya untuk pompa dan pengeboran.

 


TABLOIDSINARTANI,COM, Wonosari - Petani Gunungkidul secara swadaya membangun sumur dangkal dengan biaya Rp 50 juta per unit untuk mengantisipasi kekeringan karena hujan yang tiba-tiba tidak kunjung datang.

 

"Sumur dangkal ini kami bangun sebagai upaya untuk antispasi dampak perubahan iklim berupa kekeringan karena hujan yang bisa jadi menghilang atau jika kemarau  datang tiba tiba, sementara pertanaman padi masih membutuhkan pengairan," kata Sumaryo Ketua Kelompok Tani Tirto Mulyo di Gunungkidul.

 

Masyarakat desa Wareng, melalui Kelompok Tani Tirto Mulyo di Bulak Lor Polaman mengembangkan sumur dangkal secara swadaya. Dengan adanya pengairan sumur,  sawah padinya yang mulai bunting tetap tersedia air.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto meresmikan sumur dangkal Poktan Tirto Mulyo. Sumur dangkal dengan pompa submersible dibangun dengan biaya swadaya sebesar Rp 50.000.000,- dengan perincian instalasi listrik menelan Rp 35.000.000,-  sisanya untuk pompa dan pengeboran.

 

Kondisi pertanaman padinya cukup bagus karena tersedia air. Luasan yang dapat dialiri mencakup 5 sd 10 ha tanaman padi di bulak Lor Polaman.

 

 Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul   Bambang Wisnu Broto mengapresiasi semangat petani khususnya Poktan Tirto Mulyo yang telah berhasil membangun instalasi sumur dangkal.  "Mudah-mudahan pertanian padinya dan hortikultura tambah maju dan meningkatkan pendapatan petani," tambahnya.

Reporter : IWA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018