Rabu, 22 Mei 2019


Cara Unik Petani Tanah Laut Panen Padi 2 Ribu Ha di Tengah Serangan Ulat Grayak

21 Peb 2019, 13:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Dirjen PSP Sarwo Edhy mengemudikan Alsintan | Sumber Foto:Adhisa P

Disarankan selain percepat panen atau membasmi Ulat Grayak dengan pestisida pada malam hari, lebih baik dan bijak jika digembalakan 100 ekor itik yang akan menjadi predatornya.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tanah Laut --- Ulat Grayak Spodoptera Litura sp boleh dianggap ancaman bagi pencapaian produksi padi di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut. Serangga yang dapat menggerus 40 persen padi siap panen ini siklusnya 30-35 hari menjelang panen atau padi usia 80 hari.

Serangan ini  terjadi di hamparan sawah Poktan Sungai Liuk yang jauh hari sudah disiapkan  untuk pelaksanaan panen perdana padi gogo (Situ Bagendit) yang tanam perdananya pada akhir oktober 2018.  Mengantisipasi kerugian,   petani memanennya 4 hari lebih cepat.  Acara panen raya pun pindah ke Poktan Pulau Pinjai pimpinan  H. Yusuf.

Hamparan sawah Desa Kandangan Lama ini sungguh menjanjikan, tidak hanya antusiasme ratusan petani yang berhimpun di 18 Poktan dalam Gapoktan Berkat Mufakat, melainkan  berkah sumber air perbukitan hutan yang tidak pernah rehat mengairi 880 hektare hingga mampu mencapai panen 2.000 hektare.

Petani generasi tua mengenal ulat Grayak ini sejak tahun 80-an, serangga ini tidak mengisap padi tapi ranting yang mengakibatkan rontoknya bulir padi yang tidak mungkin dipungut lagi karena membusuk.

Sebelumnya,  petani mengandalkan benih Ciherang yang hanya tanam 1 kali setahun dengan produksi 13 blek per hektar (10-12kg per blek), kali ini benih Situ Bagendit dipanen dapat menghasilkan 3-4 ton per hektare di lahan sawah Poktan Sungai Liuk yang panennya empat hari yang lalu.

Atas nama rakyat dan Pemda Tanah Laut, Bupati Tanah Laut Sukamta tak hentinya menyatakan syukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah menggelontorkan Rp 200 miliar kurun waktu 2015-2018, 50 persnnya berupa alsintan, selebihnya pembuatan saluran irigasi, asuransi, akses kredit, optimasi lahan, serta pupuk bersubsidi.

Kepala Dinas Pertaniam Tanah Laut menjamin akan mengalokasikan lagi 3 traktor roda dua, dan meminta segera tanam lagi setelah panen hari ini yang disambut ya ratusan petani berikut gemuruh tepuk tangan kegembiraan.

 

POPT Kecamatan Panyipatan mengharapkan petani segera bertindak jika panas ekstrim siang hari dan hujan cukup lama pada malam hari, hal itu pertanda akan berkembang pesatnya ulat grayak. Setelah melewati iklim ektrim itu malamnya ulat grayak akan menempel di ranting padi padahal siangnya mereka di permukaan tanah berlindung di bawah gulma dan semak. Karenanya disarankan selain percepat panen atau membasminya dengan pestisida pada malam hari, lebih baik dan bijak jika digembalakan 100 ekor itik yang akan menjadi predatornya.

Tokoh masyarakat meminta bantuan agar dibuat jalan usaha tani agar mengurangi ongkos angkut, pembuatan embung, tersedianya stok pupuk yang tapat guna dan tepat waktu. Selain itu juga meminta Bapak Dirjen PSP meneruskan kepada pihak terkait agar lahan tidur dapat dimanfaatkan petani, dan Bulog membeli gabah dengan harga yang pantas.

Dirjen PSP  Sarwo Edhy mengajak petani agar senantiasa bersyukur dengan cara cerdas mengoptimalkan lahan dan tangkas mengoperasionalkan dan merawat alsintan.

Pada kesempatan panen raya perdana padi gogo itu,  Dirjen PSP dan Ketua DPRD Tanah Laut juga turut mengemudikan rice transplanter.

Reporter : Adhisa P
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018