Jumat, 06 Desember 2019


Tiga Sekawan “First Feed”, Tembak Usaha Pakan Ruminansia Bagi Peternak

30 Apr 2019, 23:25 WIBEditor : Gesha

Tiga Sekawan First Feed punya latar ingin mengedukasi peternak dengan pakan berkualitas namun tetap terjangkau | Sumber Foto:NATTASYA

pakan hewan ruminansia masih terbuka besar peluangnya karena selama ini peternak hanya memberikan pakan seadanya pada hewan ruminansia seperti sapi, kambing, domba, kerbau dan lainnya, sehingga kualitas dan bobot yang dihasilkan lebih rendah.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor ---Biasanya untuk menekuni bisnis wirausaha paling gampang adalah dengan memulai di hilir berupa olahan. Tapi tidak bagi tiga sekawan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini yang membentuk usaha pakan ruminansia bagi peternak.

Adalah Taryati, Tonny Mariza dan Dipa Argadiasto menggeluti usaha yang diberi nama First Feed dan mulai berjalan dari Mei 2017 dengan fokus utama produk-produk pakan unggulan yang dihasilkan dari penelitian dosen Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.

“Kita ada pakan ruminansia, pakan hewan kesayangan, pakan hewan uji. Khusus untuk pakan ruminansia, kita ada pakan konsentrat dan suplemen yang diformulasikan dari hasil penelitian di Fakultas Peternakan,” beber salah satu anggota First Feed, Taryati.

Menurut Yati, pakan hewan ruminansia masih terbuka besar peluangnya karena selama ini peternak hanya memberikan pakan seadanya pada hewan ruminansia seperti sapi, kambing, domba, kerbau dan lainnya, sehingga kualitas dan bobot yang dihasilkan lebih rendah.

“Konsentratnya kita ada yang untuk hewan perah dan hewan pedaging. Sedangkan suplemennya kita ada untuk meningkatkan produksi susu dan bobot badan,” beber Yati.

Dirinya berani menjamin jika pakan ruminansia yang dihasilkan First Feed ini berbeda dengan yang lainnya karena menggunakan habatussauda yang ternyata masih mengandung protein tinggi serta antioksidan. Bahkan peternak tidak perlu menambahkan aneka jamu agar lebih sehat.

“Wanginya lebih harum dibandingkan pakan ruminansia sejenis. Bahkan dengan harga yang sama, kualitas yang dirasakan peternak bisa jauh lebih menguntungkan,” tuturnya.

Meskipun baru berusia kurang dari 1 tahun, pengguna pakan dari First Feed sudah meluas. Sebut saja Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Polbangtan Cinagara, Asosiasi Kambing Perah dan beberapa peternak lainnya.  “Kita bisa produksi 15 ton per bulan dengan harga jual Rp 3000-3500 per kilogramnya untuk konsentrat,” tuturnya.

Mengenai pemasaran, First Feed memiliki toko offline di Bogor dan toko online  di beberapa e-commerce serta media sosial. “Kita sih lebih seringnya direct selling karena sekalian penyuluhan ke peternaknya juga. Sebagian besar peternak kan hanya beternak berdasarkan feeling dan pengalaman. Jadi kita tidak hanya sekedar cari profit tetapi juga mengedukasi peternaknya,” tutur Dipa.

Menariknya lagi, First Feed ini menyediakan layanan after sales berupa pendampingan bagi peternak-peternak yang menggunakan pakan dan konsentrat ruminansia. “Kita berbeda dengan penjual pakan lain yang begitu konsumen beli, putus kontak. Kalau kita memang ada servicenya berupa konsultasi mengenai penggunaan pakan dan kebutuhan nutrisi yang memang dibutuhkan oleh ternaknya,” beber Tonny.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018