Friday, 30 October 2026


Kayu Akway, Viagra Asli dari Tanah Papua

03 May 2019, 13:45 WIBEditor : Gesha

Kayu Akway menjadi salah satu plasma nutfah untuk obat kuat

Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari --- Indonesia memang kaya akan plasma nutfah khususnya untuk tanaman obat. Beberapa diantaranya bahkan mengandung senyawa afrodisiak. Beberapa tanaman obat yang tumbuh di Indonesia ada yang disebut sebagai Afrodisiak yaitu Tongkat Ali dan Purwoceng, dan kini dari tanah Papua adalah Kayu Akway.

Kayu akway memang tidak familiar seperti beberapa jenis kayu pada umumnya, karena memang kayu akway ini hanya ditemui di Manokwari. Bahkan, kayu akway termasuk dalam jenis kayu yang langka dan dilindungi.

Jenis kayu yang memiliki nama latin Drymis sp.ini dikenal sebagai obat herbal yang menurut kepercayaan masyarakat di beberapa daerah Papua sangat bermanfaat untuk kaum lelaki.

Tumbuhan ini banyak di manfaatkan oleh keluarga-keluarga yang tinggal di Pegunungan Arfak untuk konsumsi keluarga atau dikomersilkan ke pasar lokal.

Secara sekilas bagi orang awam kulit kayu akway memang mirip dengan kulit kayu manis atau bahkan kayu secang, namun memiliki diameter yang lebih besar.

Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid. Afrodisiak merupakan zat yang dapat digunakan untuk merangsang daya seksual serta meningkatkan hormon testosteron pada pria.

Oleh masyarakat Manokwari, beberapa pria yang mengkonsumsi kayu akway akan mengalami peningkatan pada kejantanannya sebelum melakukan hubungan intim.

Kesuburan pria dapat diukur dari kualitas sepermanya. Ketika sperma encer, beberapa orang mengatakan bahwa pria tersebut kurang subur. Kayu akway memiliki sifat afrodisiak sehingga dapat membantu meningkatkan produksi hormon pria, termasuk menjaga kualitas sperma.

Manfaat Lain

Secara tradisional dan penelitian, kulit kayunya memang dipakai sebagai obat kuat. Hanya saja, masyarakat Papua tak jarang memanfaatkan tanaman akway untuk penyembuhan sakit pada persendian dan obat kudis. Sementara itu untuk wanita, tanaman ini bermanfaat untuk mengatur jarak kelahiran dan mengurangi rasa sakit saat haid.

Beberapa wanita mengalami rasa nyeri ketika haid dimana tingkat nyeri yang dirasakan satu orang dengan orang lain akan berbeda. Nyeri haid juga dapat diatasi dengan memanfaatkan kayu akway yang dipercaya dapat menguranginya.

Kayu akway juga berguna sebagai pengatur kehamilan agar jarak antara satu anak dengan anak yang lainnya tidak terlalu dekat maupun terlalu lama.

Setelah melakukan berbagai kegiatan dan aktivitas, tubuh akan merasa lelah karena kurangnya stamina. Salah satu cara yang dilakukan agar stamina tubuh kembali yakni dengan meminum air rebusan kayu akway.

Meskipun hanya ditemukan di Papua, beberapa orang di luar Papua yang hendak memanfaatkan kayu akway ini dapat menghubungi pihak tertentu karena memang tidak dijual dipasaran.

Hanya saja, ketika membeli kayu akway perlu ketelitian karena dari bentuk dan baunya, kayu akway hampir sama dengan kayu manis.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018