Friday, 30 October 2026


Cegah Naik Berlebihan, Kementan Amankan Pasokan dan Harga Telur

08 May 2019, 19:12 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berharap agar harga telur akan kembali stabil setelah dilakukan operasi pasar

Adapun harga yang diinginkan oleh pemerintah yang sepakati bersama, di tingkat peternak minimal Rp 20 ribu/kg, sedangkan di tingkat pasar Rp 23 ribu/kg.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Di Bulan Ramadhan, kebutuhan akan telur tak bisa terhindarkan. Mencegah agar tidak naik berlebihan, Kementerian Pertanian (Kementan) mengamankan pasokan dan harga telur dengan melakukan operasi pasar di beberapa lokasi. 

Setidaknya ada 7 lokasi pasar yang menjadi target operasi 8 ton telur ayam tersebut. Ketujuh pasar tersebut yakni Pasar Palmerah, Gondangdia, Glodok, Pluit, Petojo Ilir, Tebet Barat dan Pulo Gadung. Distribusi ini merupakan rangkaian operasi pasar yang digelar sejak tiga hari lalu.

“Hari ini kami dengar ada pergerakan sedikit harga telur naik Rp 1.000-2.000/kg. Tapi perlu Kami sampaikan bahwa beberapa bulan lalu juga para peternak dan petelur pernah merasakan harga yang sangat rendah. Ini masih standar," kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melakukan operasi pasar di Pasar Tebet Baru, Rabu (8/5).

Untuk diketahui, Kementan melakukan operasi pasar di daerah-daerah sentra yang harganya bergerak naik sedikit agar kembali stabil.

Adapun harga yang diinginkan oleh pemerintah yang sepakati bersama, di tingkat peternak minimal Rp 20 ribu/kg, sedangkan di tingkat pasar Rp 23 ribu/kg.

Operasi pasar yang dilaksakan kali ini adalah hasil kesepakatan semua pihak untuk menjaga kebutuhan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.

Untuk itu, peternak wajib mematok harga jual wajar supaya harga pasar tetap sesuai.

Baginya, pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. “Kita harus pikirkan peternak, pedagang dan konsumen sama-sama untung," tukasnya.

Menurut Amran, melalui operasi ini pihaknya mampu memotong rantai pasok yang selama ini menyulitkan perekonomian masyarakat kecil.

Terlebih harga di bulan suci kerap dipermainkan hanya untuk kepentingan pribadi dan keuntungan semata.

"Makanya sudah saya perintahkan agar semua titik diguyur telur. Kita harus berani memotong rantai pasok untuk menjaga harga supaya tetap Rp 23 ribu," katanya.

Kebutuhan telur ayam secara nasional untuk untuk Mei 2019 sekitar 48 ribu ton dengan total stok yang ada sekitar 51 ribu ton. 

Reporter : Tiara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018