Sabtu, 17 Agustus 2019


Donnie Aqsha, Siap Bantu Petani Hasilkan Buah Sesuai GAP

11 Jul 2019, 15:50 WIBEditor : Yulianto

Donnie Aqsha | Sumber Foto:Julian

Donnie mengembangkan aplikasi untuk membantu petani agar menghasilkan produk yang bisa memenuhi keinginan pasar

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Persoalan yang dihadapi petani ibarat benang kusut hingga sulit terurai. Dari mulai persoalan budidaya hingga pemasaran. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah yang menyelimuti petani.

Dari mulai pembinaan petani dalam budidaya melalui penerapan Good Agriculture Practices (GAP) hingga membantu pemasaran produk petani dengan menerapkan kebijakan harga dan membangun lembaga pemasaran, seperti Toko Tani Indonesia (TTI).

Namun dengan berkembangan era digitalisasi, kini tumbuh start-up pertanian dari generasi milenial yang siap membantu petani dalam membina cara budidaya pertanian yang baik hingga pemasarannya. Salah satunya Donnie Aqsha, start-up pertanian Agrowing.co.id.

“Fokus kita adalah membantu petani agar bisa budidaya buah sesuai dengan GAP (Good Agriculture Practices),” kata Donnie kepada Tabloidsinartani.com di sela-sela AgriVaganza dalam peringatan Hari Krida Pertanian di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (11/7).

Menurut Donnie, meski penyuluh pertanian di Indonesia sudah banyak, namun di lapangan terlihat masih sangat kurang. Karena itu dirinya mengembangkan aplikasi untuk membantu petani agar menghasilkan produk yang bisa memenuhi keinginan pasar. “Selama ini saya melihat kendala petani adalah soal kualitas produksi dan harga tidak bisa bersaing dengan produk luar,” ujarnya.

Ucapan Donnie tersebut cukup beralasan. Pasalnya saat pameran, ada produk buah naga dari luar negeri yang juga ditampilkan. Menurutnya, dari segi rasa memang buah naga Indonesia lebih enak, tapi persoalannya harganya jauh  lebih tinggi dari buah naga impor.

“Mengapa harga buah naga Indonesia lebih tinggi, ini karena skala produksi ditingkat petani sanga kecil, tidak berkonsep pertanian seperti perkebunan sehingga biaya lebih tinggi,” tuturnya.

Karena itu Donnie mengajak petani menjadi mitra bisnisnya untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dirinya bukan hanya membantu dari sisi budidaya, tapi juga memberikan jalur pemasarannya. Dengan kualitas yang baik, Donnie yakin harga yang didapatkan petani juga lebih baik.

Di daerah banyak sekali varietas unggul yang bisa dijual, tapi persoalannya lagi-lagi pasar. Jadi masalah utama pertanian kita adalah bagaimana memahami pasar dan bisa menyuplai keinginan pasar,” tegasnya.

Hingga kini Donnie mempunyai mitra petani buah di beberapa wilayah di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain membina, ia juga mempunyai usaha budidaya alpukat dan nenas di Bogor. “Jika ada yang ingin bergabung, saya memiliki aplikasi Sopbuahku.com. Kami siap membantu petani dari budidaya sampai pemasaran. Semua akan kami jadikan mitra,” tuturnya.

Reporter : Julian
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018