Saturday, 22 February 2020


Evrina Budiastuti, Pasarkan Produk Gapoktan dengan kiosgapoktan

03 Sep 2019, 08:44 WIBEditor : Gesha

Evrina, penyuluh millenial serba bisa dan kreatif melihat peluang | Sumber Foto:PRIBADI

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta  --- Penyuluh pertanian di era milenial memang dituntut untuk kreatif, bahkan familiar dengan dunia digital. Salah satunya yang bisa menjadi contoh adalah Evrina Budiastuti, penyuluh pertanian yang bertugas di wilayah Kabupaten Bogor.

Dirinya tak sekedar membina petani dengan membangun kelompok tani dan gapoktan. Tapi juga membantu memasarkan produk dengan membuat aplikasi kiosgapoktan.com.

Evrina mengatakan, untuk menjembatani pemasaran produk hasil kelompok agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat secara luas, dirinya tercetus ide membuat suatu wadah pemasaran yang menampung semua hasil produk dalam satu pintu.

“Saya kemudian membuat website yang merupakan wadah digital agar dapat diakses masyarakat secara luas,” kata Evrina yang mendapat penghargaan Teladan Nasional 2019 pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74.

Sebenarnya website pemasaran produk telah dibuat Evrina secara pribadi sejak tahun 2017. Aplikasi itu dapat diakses di alamat https://kiosgapoktan.com. Awalnya ungkap Evrina, website tersebut untuk menampung informasi produk, serta nomor kontak yang dapat dihubungi untuk pemasaran. “Namun seiring berjalannya waktu, website tersebut juga menjadi alat publikasi kegiatan kelompok yang ada di Desa Cikarawang,” katanya.

Selanjutnya, untuk mendekatkan antara user dengan produk hasil petani, Evrina membuat aplikasi web viewer untuk website Kios Gapoktan. Aplikasi itu dapat diunduh secara gratis melalui smartphone android di Play Store.

Kedua alat digital tersebut kemudian diperkenalkan kepada poktan dan KWT (Kelompok Wanita Tani) yang sudah tergabung dalam KEP Tani Jaya Bersama. “Sekarang jika ada tamu atau mereka ingin memasarkan produknya, cukup memberitahukan mengenai website dan aplikasi tersebut sebagai katalog produk digital,” katanya.

Evrina menjelaskan, di aplikasi tersebut nanti terdapat gambar dan deskripsi produk. Dengan aplikasi ini memudahkan kelompok serta pembeli ketika hendak melakukan pemesanan produk. “Saya berharap dengan adanya kedua alat digital tersebut, mampu menjembatani kelompok dengan konsumen,” ujarnya.

Evrina sendiri mulai aktif menjadi seorang penyuluh pada tahun 2013. Saat ini ia ditempatkan di BPP/UPT Wilayah V Dramaga dengan memegang Desa Cikarawang, Desa Babakan, dan Desa Dramaga.

Jumlah kelompok tani yang dibina 3 desa dengan 11 kelompok. Terdiri dari 7 kelompok tani (poktan) dan 4 kelompok wanita tani (KWT) mulai dari kelas kelompok lanjut hingga utama. Evrina juga membina Gapoktan Mandiri Jaya, LKMA/KSU Mandiri Jaya, KEP Tani Jaya Bersama, Posluhdes Desa Cikarawang, dan GP3A.

Pemetaan wilayah

Untuk mengetahui potensi wilayahnya, Evrina melakukan pemetaan dengan melibatkan poktan yang memiliki bidang usaha di budidaya dan KWT yang bergerak di bidang olahan pangan.

Dari hasil pemetaan komoditas, ada 3 poktan yang memang khusus menanam padi. Kemudian ada 2 Poktan yang fokus mengusahakan subsektor hortikultura berupa sayuran daun serta buah jambu kristal yang pasarnya lebih mudah dijangkau.

Namun ada 2 poktan lagi yang mengusahakan komoditas khusus yaitu palawija yang memerlukan peningkatan nilai tambah. Dua kelompok tersebut adalah Poktan Hurip yang menghasilkan ubi jalar dan Poktan Setia yang menghasilkan singkong.

Kedua poktan tersebut sudah mendapatkan MOU dengan perusahaan yang menyerap hasil panen segarnya. Poktan Hurip selaku poktan yang tertua di Desa Cikarawang telah lebih dahulu mengolah ubi jalar segar menjadi tepung dari hasil panen yang tidak terangkut pasar. Kemudian produk tepung ubi jalar ini diturunkan kembali menjadi produk pangan siap konsumsi melalui tangan KWT Melati.

Produk yang dihasilkan KWT Melati diantaranya adalah Brownies Ubi Jalar, Muffin Ubi Jalar, dan Donat Ubi Jalar. Poktan Setia juga mengikuti jejak Poktan Hurip dengan mengusahakan singkong agar memiliki nilai tambah.

Usaha yang dilakukan Poktan Setia, selain menghasilkan singkong segar untuk PT Tirta Marta (sekarang bernama Ecoplast) dan pasar pada umumnya, juga menjadikan komoditas tersebut menjadi produk diversifikasi pangan yaitu tepung mocaf. Usaha tersebut mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2017 dan terus berkembang hingga saat ini.

Guna mendukung produksi tepung mocaf, Poktan Setia bekerja sama dengan KWT Mawar dan KWT Dahlia yang ada di Desa Cikarawang untuk mengolah tepung mocaf menjadi produk pangan siap konsumsi.

Produk pangan siap konsumsi yang dihasilkan KWT Mawar adalah Nastar Mocaf dan Kembang Goyang Mocaf. Sedangkan produk yang dihasilkan KWT Dahlia adalah Pangsit Mocaf dan Bolu Gulung Mocaf. **

Reporter : TABLOID SINAR TANI
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018