Wednesday, 23 September 2020


Jangan Andalkan APBN, Petani Bawang Putih Diminta Serap KUR

03 Mar 2020, 15:15 WIBEditor : Yulianto

Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Sukarman (kanan) | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Temanggung----Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan bawang putih di beberapa sentra, salah satunya Kabupaten Temanggung. Namun pemerintah juga meminta, petani tidak tergantung pada anggaran pemerintah, tapi dengan memanfaatkan Kredit Usah Rakyat (KUR).

Plt Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Sukarman menghimbau agar petani dan penangkar di sentra-sentra produksi bawang putih tidak hanya mengandalkan pada bantuan APBN atau APBD dalam usaha tani. Namun sudah saatnya memanfaatkan skema pembiayaan  KUR.

Jumlahnya lebih besar, prosesnya mudah dan bunganya ringan,” ujar Sukarman saaat kunjungan kerja bersama Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Khusus KUR hortikultura, Sukarman mengatakan, pihaknya menargetkan penyerapan hingga Rp 6,39 triliun atau enam kali lipat lebih besar dari anggaran APBN Hortikultura. Fasilitas pinjaman KUR tersebut untuk kegiatan produktif budidaya (on-farm ) maupun pasca panen dan pengolahan (off-farm).

Khusus Jawa Tengah ditargetkan mampu menyerap KUR Hortikultura senilai Rp 1,4 triliun. KUR ini, kata Sukarman, dapat dimanfaatkan petani dan penangkar. Dengan bunga yang hanya 6 persen per tahun ditambah kemudahan dalam mengakses pinjaman, skema KUR dinilai ramah bagi petani.

Kementerian Pertanian menargetkan serapan KUR untuk sektor pertanian bisa menembus sekurang-kurangnya Rp 50 triliun pada 2020. Skema KUR cukup simpel dan ringan. Pinjaman sampai dengan Rp 50 juta dapat diajukan tanpa menggunakan agunan/jaminan.

 

Jadikan Benih

Sukarman meminta kepada petani agar hasil panen dari Temanggung dijadikan benih guna mendukung penanaman bawang putih di daerah lain. Tolong agar petani dan penangkar bawang putih di Kabupaten Temanggung jangan lagi meminjam modal usaha kepada tengkulak. Beralihlah menggunakan KUR,tegasnya.

Pada kesempatan itu Sukarman juga mengharapkan Komisi IV DPR meningkatkan anggaran pengembangan kawasan setelah melihat langsung pertanaman bawang putih di Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Angka BPS menyebutkan, luas panen bawang putih Temanggung sepanjang tahun 2019 mencapai 3.044 hektar (ha).

Produksi diperkirakan 24.098 ton atau setara 27,25 persen dari total produksi nasional sebanyak 88.437 ton. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Temanggung sebagai produsen bawang putih terbesar di Indonesia, disusul Lombok Timur, Bima dan Magelang.

Sementara itu Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Sarwo Edy menyampaikan akan memfasilitasi bantuan pipanisasi dan pembuatan embung pada pengembangan kawasan bawang putih ini. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengatasi kekurangan air di musim kemarau.

Saat kunjungan kerja wakil rakyat kali ini, beberapa petani langsung menyampaikan uneg-unegnya di depan seluruh anggota Komisi IV DPR RI. Kami semua petani ini gampang kok pak. Kami hanya berharap bapak memperhatikan kami lebih khusus meningkatkan dana bantuan,” ucap Suliwo, salah satu petani.

Anggota Komisi IV DPR dapi Jateng Vita Ervina optimistis Temanggung akan menjadi sentra bawang putih terbesar di negeri ini. Sebagai wakil rakyat dari Jawa Tengah, di hadapan petani  dirinya berjanji  membuat regulasi yang mendukung petani bawang putih sehingga berdampak pada peningkatan produksi bawang putih. “Saya akan menyuarakan hak dan kesejahteraan petani,” katanya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018