Thursday, 09 July 2020


Ekstensifikasi Lahan Jadi Langkah Peningkatan Produksi Pangan

10 Jun 2020, 15:29 WIBEditor : Clara

Lahan rawa menjadi salah satu lahan yang akan dioptimalkan untuk kegiatan pertanian | Sumber Foto:Indarto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Di saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, selain fokus ke kesehatan, pemerintah pun langsung fokus dalam hal masalah pangan. Para penyuluh dan petani tetap bekerja di lapangan (dengan protokol kesehatan) agar ketersediaan pangan terjamin di masa ini dan yang akan datang.

Pangan memang menjadi hal yang krusial. Ketika hampir seluruh dunia terkena pandemi Covid-19, segala seluruh aspek ekspor-impor pangan ditutup. Hal ini untuk menyelamatkan dahulu masalah pangan di masing-masing negara. Jadi yang menjadi pokok utama adalah ketersediaan pangan di dalam negeri harus dapat memenuhi seluruh masyarakat.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, produksi pangan mau tidak mau harus ditingkatkan. Caranya bagaimana? Dengan intensifikasi untuk jangka pendek dan ekstensifikasi untuk jangka panjang. “Ketersediaan pangan ini kan bukan hanya harus tersedia saat ini juga, tetapi harus selamanya ada. Makanya kita melakukan perluasan areal tanam,” ungkapnya dalam webinar ‘Mewujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Smart Eco-Bioproduction Dalam dan Panca Pandemi Covid-19 Menuju Tata Kehidupan Normal Baru, Selasa (9/6).

 Agung mengatakan untuk perluasan areal tanam, berdasarkan hasil pengumpulan data di lapangan, ada sekitar 5 ribu hektar lahan pertanian yang kegiatannya budidaya tidak optimal, sehingga hasilnya rendah. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkannya adalah dengan perluasan areal tanam dengan meningkatkan indeks pertanamaannya.

“Biasanya ditanami hanya 1 kali saja dalam setahun. Nah, di lahan ini kita optimalkan dengan 2 kali tanam dalam setahun,” jelasnya.

Bukan hanya, peningkatan luas areal tanam, lahan-lahan terlantar pun dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pertanian. Seperti di Kalimantan Tengah (Kalteng), terdapat 17 ribu hektar areal lahan baru yang berpotensi untuk dilakukan kegiatan pertanian.

“Ini pusat (Kementerian Pertanian) dan Pemda Kalteng sudah setuju untuk memanfaatkan lahan ini sebagai areal pertanian. Makanya sekarang Pemda Kalteng sedang meminta sebanyak 80 ribu petani untuk dapat mengembangkan areal tersebut,” cerita Agung.

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018