Wednesday, 14 April 2021


Usaha Penggilingan Butuh Modal Serap Gabah?Pakai KUR

07 Apr 2021, 13:27 WIBEditor : Gesha

Usaha Penggilingan Padi bisa menggunakan KUR untuk serap gabah petani | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Untuk mempercepat serapan gabah petani, peranan usaha penggilingan padi sangat diharapkan. Sayangnya, seringkali usaha ini terbentur modal untuk pembelian gabah petani atau memperluas usaha mereka. Padahal dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR), benturan modal tersebut bisa diatasi.

"Kami ajak Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk bisa bermitra guna memberikan KUR sebagai modal penggilingan. Tentunya dengan persyaratan KUR bisa sampai Rp 50 juta," jelas Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi kepada tabloidsinartani saat Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Serap Gabah : Angkat Harga, Peduli Petani, Rabu (7/4).

Sedangkan untuk KUR diatas Rp 50 juta hingga 150 juta dengan persyaratan administrasi tertentu. "Apabila penggilingan ingin tambah gudang, RMU maupun alat dryer, bisa akses KUR bersama-sama dengan Kostraling," jelasnya. 

Baca Juga :

Panen Raya, Bulog Targetkan Serap Gabah 1 Juta Ton

Penyuluh Ikut Kawal dan Dampingi Petani dalam Serap Gabah

Ada 918 ribu Ton Gabah Siap Diserap April-Mei 2021

Beda Banget ! Petani Cirebon Efisien Pakai Benih 5kg/hektar

Akses KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk pengadaan penggilingan dan dryer akan menguntungkan semua pihak. Pertama, pengusaha penggilingan akan diuntungkan karena memiliki penggilingan dan dryer yang berkualitas, terutama disaat cuaca tidak bersahabat. Kedua, pengusaha penggilingan akan dihubungkan langsung dengan perum Bulog untuk membeli langsung hasil panen atau produksi pengusaha.  Dengan langkah ini, pemerintah bisa yakin stok Bulog ke depan dapat terjaga. 

Sementara itu, bagi konsumen hal ini juga menguntungkan karena beras yang akan dijual lebih berkualitas kerena telah melewati proses penggilingan padi dan pengeringan yang sesuai standar. 

KUR untuk Subsektor Tanaman Pangan diungkapkan Suwandi mencapai Rp 55 Trilliun realisasi dan NPL rendah hanya 0,16 persen. Untuk usaha penggilingan, sudah ada 18 ribu yang mengakses KUR dari 165 ribu usaha penggilingan beras. "Untuk tahun 2021 ini, serapan KUR Tanaman Pangan sudah mencapai Rp 4 trilliun. Dan Rp 800 Milyar diantaranya diakses oleh usaha penggilingan," tambahnya. 

Karenanya untuk memperkuat permodalan, usaha penggilingan beras bisa mengakses KUR. "Bisa langsung datang ke Bank kantor cabang stempat dan diskusikan. Tapi kalau ada tunggakan, ya dibayar dulu," ucapnya. 

Diharapkannya jika usaha penggilingan kuat, penanganan pascapanennya kuat. Masalah naik turunnya gabah bisa ditangani dengan baik. Sehingga, panen raya tidak lagi menjadi momok bagi petani, maka penggilingan padi KostraLing berperan vital membeli gabah dari kelompok tani (Poktan) atau Gapoktan sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) untuk disimpan atau digiling, dalam upaya menyediakan beras kualitas standar pada waktu yang tepat.

"Petani yang tangguh tidak akan mengeluhkan harga naik turun, tetapi harus dicari faktor pembentuk harganya," pesan Suwandi.

===

 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018