Sunday, 26 June 2022


Minat Petani Tinggi, KUR Tahun 2021 Tembus Rp 85 Triliun

29 Dec 2021, 15:33 WIBEditor : Yulianto

Kredit Usaha Rakyat (KUR) | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu cara pemerintah membantu petani mendapatkan permodalan. Bahkan alokasi kredit berbunga murah ini terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Minat petani menyerap KUR pun terbilang cukup tinggi.

Direktorat Jenderal PSP Kementerian Pertanian mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian tahun 2021 mencapai Rp 85,049 triliun. Jumlah tersebut melampau target penyaluran pemerintah sebesar Rp 70 triliun.

“Paling top perkebunan pengguna terbesar, kemudian tanaman pangan, hortikultura dan peternakan,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil saat Konferensi Pers Kinerja Tahunan, Senin (27/12).

Target KUR Perkebunan tahun 2021 sebesar Rp 20,281 triliun. Sampai 1 Oktober 2021 telah terealisasi Rp22,304 triliun atau 109,97 persen dengan debitur 509.382 orang. “KUR perkebunan melebihi target yang sudah ditetapkan,” kata Ali Jamil yang juga menjadi Plt Dirjen Perkebunan tersebut.

Data Ditjen Perkebunan, KUR paling besar diberikan kepada kelapa sawit Rp13,731 triliun dengan 241.167 debitur, karet Rp3,048 triliun (105.308 debitur), tebu Rp 1,518 triliun (24.192 debitur), kopi Rp 1,363 triliun (52.401 debitur).

Selain itu cengkeh Rp 515,821 miliar (18.345 debitur), kelapa Rp 507,06 miliar (15.555 debitur), kakao Rp 376,882 miliar (14.564 debitur), tembakau Rp 344,606 miliar (13.255 debitur), minyak atsiri Rp 129,122 miliar (5.867 debitur), lada Rp 87,678 miliar (3.242 debitur).

Sementara rempah lain Rp 79,057 miliar (1.961 debitur), pala Rp 52,223 miliar (2.453 debitur), jambu mete Rp 12,463 milar (429 debitur), teh Rp 6,371 miliar (191 debitur), tanaman bahan baku tekstil Rp 4,8 miliar (122 debitur) dan vanili Rp 2,137 miliar sebanyak 429 debitur.

Ali Jamil berharap dengan adanya program KUR petani tidak lagi terjerat pada sistem ijon atau rentenir, karena sudah dibantu pemerintah. Dalam program ini, petani dapat meminjam uang berkisar Rp 50-100 juta tanpa agunan. “Kami terus mendorong petani mengikuti program KUR karena sekarang persyaratannya lebih mudah,” katanya.

Sementara itu realisasi KUR Tanaman Pangan sudah mencapai Rp 22,4 triliun. Dari jumlah tersebut, paling besar adalah komoditas padi Rp 15,08 triliun, disusul jagung Rp 3,6 triliun, KUR penggilingan padi Rp 1,1 triliun dan sisanya komoditas umbi-umbian dan kacang-kacangan.

Capaian 2021 ini lebih tinggi dibandingkan KUR tanaman pangan 2020 dengan realisasi Rp 16 triliun. Penyaluran KUR diantaranya, untuk kegiatan/usaha hilir, alat-alat mesinnya baik pra panen dan pascapanen.

Sementara itu Deputi Prasarana dan Sarana Pangan dan Agribisnis, Kemenko Bidang Perekonomian, Ismariny menjelaskan, realisasi KUR  sampai Desember 2021 sebesar Rp 271,31 triliun atau 107 persen dari target awal tahun 2021 sebesar Rp253 triliun sebelum dinaikan target menjadi Rp285 triliun dan disalurkan kepada sekitar 7,15 juta debitur.

“Permintaan KUR menunjukkan peningkatan sebesar 30,1 persen karena mulai pulihnya perekonomian, suku bunga KUR yang rendah serta tingginya pertumbuhan sektor petanian,” ujar Ismariny.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018