Tuesday, 17 May 2022


Lampu Hijau Parakuat sebagai Herbisida Terbatas Pakai

27 Jan 2022, 17:22 WIBEditor : Yulianto

Gerakan pengendalian OPT | Sumber Foto:Do. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah memberikan lampu hijau bagi penggunaan herbisida parakuat. Herbisida tersebut telah terdaftar dan diizinkan secara resmi oleh pemerintah sebagai herbisida terbatas pakai.

“Herbisida parakuat memiliki profil keamanan positif terhadap manusia dan lingkungan,” kata Mulyadi Benteng yang dalam Musayawarah Besar terpilih kembali sebagai Ketua ALISHTER (Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas) periode 2022-2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mulyadi mengakui, sebagaimana umumnya, penggunaan produk perlindungan tanaman, baik itu herbisida parakuat maupun pestisida lainnya, dapat menimbulkan risiko negatif jika penggunaannya tidak sesuai rekomendasi ataupun disalahgunakan. Karena itu, sangat penting bagi pengguna untuk memahami cara penggunaan produk perlindungan tanaman secara benar dan aman.

Upaya yang dilakukan untuk memastikan keamanan pengguna herbisida terbatas pakai ini adalah melalui berbagai pelatihan, edukasi, seminar yang melibatkan para praktisi dan akademisi, serta memperkenalkan teknologi baru untuk mengaplikasikan herbisida terbatas pakai yang diberi nama Closed Loop Knapsack Sprayer (CLKS) system.

CLKS adalah inovasi teknologi dalam pengaplikasian produk perlindungan tanaman untuk membantu petani mengurangi risiko paparan produk perlindungan tanaman secara signifikan. Petani menyambut baik hadirnya teknologi dari CLKS ini yang menurut mereka mudah digunakan dan aman,” katanya.

Pemerintah lanjutnya juga memberikan respon positif terhadap inisiatif dalam pengembangan teknologi CLKS. Sebab, tidak ada lagi kontak dengan herbisida terbatas pakai (Parakuat) saat melakukan pencampuran dan penuangan. ALISHTER. “Seluruh anggota kami konsisten mendukung pertanian Indonesia yang maju, aman, menghasilkan produksi optimal, dan tetap berkelanjutan,” katanya.

Pelatihan Petani

ALISHTER tetap melakukan pelatihan secara konsisten kepada petani pengguna herbisida terbatas di seluruh Indonesia. Hal ini juga menjadi bukti bahwa produsen herbisida terbatas sangat peduli akan keselamatan pengguna dan lingkungan.

Sejak berdiri pada 2015, ALISHTER telah melatih 22.801 petani di seluruh Indonesia. Tujuan pelatihan ini adalah agar petani mampu mengaplikasikan herbisida terbatas dengan aman, bertanggung jawab, dan sesuai petunjuk penggunaan sehingga dapat memberikan hasil pertanian yang optimal.

Berdasarkan hasil kegiatan yang dilaporkan pada MUBES II 2022, sepanjang tahun 2019 - 2021 ALISHTER telah berhasil melatih 10.594 petani dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai herbisida terbatas di 116 kabupaten/kota dari 27 provinsi serta melengkapi para petani dengan sertifikat pelatihan.

Jumlah petani yang dilatih ALISHTER belum termasuk dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan perusahaan anggota secara mandiri. Di masa pandemi ini, pelatihan-pelatihan dilakukan baik secara daring maupun tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Mulyadi mengatakan, pelatihan yang dilakukan ALISHTER mendapat apresiasi yang sangat baik dari dinas pertanian setempat. Dengan pelatihan ini diharapkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai cara penggunaan herbisida terbatas yang sesuai aturan meningkat, sehingga risiko-risiko yang ditimbulkan oleh herbisida terbatas dapat diminimalkan.

Tahun 2022 ini, ALISHTER menargetkan 42 pelatihan di Indonesia. Secara rinci pelatihan akan dilaksanakan antara lain di Provinsi; Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

Selain pelatihan herbisida terbatas, ALISHTER beberapa waktu terakhir ini juga membahas mengenai upaya mendukung pemerintah Indonesia agar tetap mempertahankan Parakuat Diklorida di dalam sidang Conference of the Parties 10 (COP 10) mendatang.

"Upaya ini dilakukan karena parakuat masih sangat dibutuhkan petani dalam penyiapan lahan untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Saat ini belum ada bahan aktif lain yang dapat menggantikan efektifitas serta nilai ekonominya,” katanya.

Mubes Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) dihadiri perwakilan Direktorat Pupuk dan Pestisida yaitu Lolitha Tasik Taparan (Kepala Subdirektorat Pestisida), Ewin Suib (Kepala Bidang Pelayanan Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian), dan Anis Minarwati (Koordinator Pengawasan Pupuk dan Pestisida), serta anggota ALISHTER.

Reporter : Agus/Yul
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018