Friday, 06 March 2026


BROFREYA 53 SC, Komitmen Agricon Bantu Petani Atasi Serangan Ulat

23 Feb 2022, 12:55 WIBEditor : Herman

Harlan Bengardi, Senior Vice President Agricon Group

TABLOIDSINARTANI.COM, Probolinggo --- Ulat grayak kerap resahkan petani bawang merah sebab berpotensi mengurangi performa, bahkan bisa mengakibatkan gagal panen. Diperlukan produk perlindungan tanaman yang efektif untuk mengatasinya.

PT Agricon menyelenggarakan Grand Launching BROFREYA 53 SC Selasa (22/2) di tiga lokasi sekaligus yaitu Probolinggo, Nganjuk, dan Brebes yang merupakan wilayah sentra bawang merah. Acara dihadiri ratusan petani bawang merah dan pejabat wilayah setempat.

“BROFREYA 53 SC yang kita launching hari ini adalah produk paten. Baru keluar di Indonesia, dan Agricon berhasil mengeluarkan produk yang dahsyat. Sesuai dengan filosofi Agricon bahwa kami selalu mencari produk-produk yang dibutuhkan dan dicari petani. Kami paham keluhan petani tentang kenakalan ulat yang membandel. Kami berharap hadirnya BROFREYA 53 SC ini dapat mengatasi masalah di daerah ini.” Ungkap Senior Vice President Agricon Group, Harlan Bengardi di Probolinggo.

Dijelaskan Harlan, Agricon sudah berjalan 53 tahun, dan sudah generasi kedua saat ini. Karena itu Agricon terus berupaya menangani keluhan dan masalah petani di seluruh Indonesia.

“Tim kami kuat dan banyak di lapangan, siap membantu mengedukasi petani bagaimana menggunakannya secara bijak dan baik, jangan berlebihan. Semoga setelah memakai BROFREYA 53 SC panen bawang merah menjadi luar biasa,” tambahnya.

Hadirnya produk dari Agricon ini mendapatkan tanggapan positif dari Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo.

Dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Ir. Mahbub Junaidi M.Si. Kecamatan Tegal Siwalan ini merupakan sentra dari komoditas bawang merah. Bawang merah di Probolinggo tidak hanya ditanam di wilayah sentra saja tetapi wilayah dari Kecamatan Tongas hingga Paiton juga menanam bawang.

“Luas areal tanaman bawang merah di Kabupaten Probolinggo sekitar 9 ribu hektar .Varietas Biru Lancor yang dilepas merupakan varietas lokal unggulan nasional. Saya sangat bangga dan berterima kasih jika ada terobosan-terobosan oleh Agricon seperti Grand Launching BROFREYA 53 SC ini,” ujar Mahbub.

Ulat grayak adalah permasalahan klasik bagi petani. Berbagai uapaya telah dilakukan untuk pengendalian, seperti dengan menggunakan jarit, lampu light trap, bahkan melakukan kerjasama dengan PLN untuk penyaluran listrik di sawah-sawah.

Mahbub berharap dengan terobosan dari Agricon ini lebih menguntungkan petani, juga aman terhadap lingkungan, pengendalian secara bijaksana, sehingga yang terpenting adalah peningkatan pendapatan petani dan kesejehteraan petani.

“Untuk Agricon kami berharap adanya pendampingan untuk pengaplikasian produk ini, “ kata Mahbub Junaidi.

BROFREYA 53 SC hadir pertama kali pada Softlaunching pada 17 Januari 2022. BROFREYA 53 SC tercipta atas kerjasama Agricon dengan PT Mitsui Chemical Agro (MCAG), sebuah perusahaan agro kimia dari Jepang serta bagian dari Mitsui Chemicals Group.

 

BROFREYA 53 SC adalah insektisida pengendali hama ulat Lepidoptera atau ulat grayak yang sudah lama meresahkan petani. Agricon dan MCAG bersama-sama menciptakan teknologi terbaru yaitu Tenebenal dengan bahan aktif yang disebut Brofanilida 53 persen. Bahan aktif ini khusus dibuat untuk merek dagang BROFREYA 53 SC dan masuk pada grup 30 yang merupakan kelas baru, teknologi baru, dan dapat mengendalikan seluruh instar dari larva sampai ulat dewasa. 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018