Wednesday, 21 October 2026


Stok Benih Padi Nasional Tembus 48 Ribu Ton, Musim Okmar 2025 Dijamin Lancar

01 Oct 2025, 14:15 WIBEditor : Gesha

Stok benih padi nasional kini mencapai 48.207 ton, cukup untuk tanam 1,9 juta hektare. Kementan pastikan musim tanam Okmar 2025 berjalan lancar tanpa kendala pasokan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Stok benih padi nasional kini mencapai 48.207 ton, cukup untuk tanam 1,9 juta hektare. Kementan pastikan musim tanam Okmar 2025 berjalan lancar tanpa kendala pasokan.

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan benih padi nasional untuk musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2025 aman.

Berdasarkan data per 25 September 2025, total benih padi yang tersedia mencapai 48.207 ton, setara dengan kebutuhan tanam seluas 1,92 juta hektare.

Hal ini diungkapkan Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Ladiyani Retno Widowati, dalam Webinar Kesiapan Sarana Produksi Pertanian Menyambut Musim Tanam Okmar yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani bersama PT Pupuk Indonesia di Jakarta, Selasa (30/9).

“Stok benih padi yang kita siapkan mencapai lebih dari 48 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk mengcover kebutuhan petani di musim tanam Oktober–Maret 2025 dengan target lahan sekitar 1,9 juta hektare,” jelas Ladiyani.

Ketersediaan benih tersebut tersebar di berbagai agroekosistem.

Untuk lahan kering, jumlahnya mencapai 9.177 ton dengan varietas utama Cakrabuana Agritan sebesar 4.154 ton, Inpari 42 Agritan GSR sebanyak 2.507 ton, serta Situ Bagendit 1.257 ton.

Sementara itu, ekosistem rawa menyumbang porsi terbesar dengan total 31.358 ton, didominasi varietas Inpari 32 HDB mencapai 21.029 ton, Ciherang 4.545 ton, dan Mekongga 2.982 ton.

Adapun untuk sawah, ketersediaannya mencapai 47.943 ton dengan varietas unggul seperti Inpari 32 HDB, Inpari 42 Agritan GSR, Ciherang, hingga varietas lokal populer seperti Pandan Wangi dan Cianjur.

Ladiyani menekankan, penyediaan benih tidak hanya berhenti pada angka ketersediaan, melainkan juga harus memperhatikan ketepatan varietas sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

“Benih harus tepat waktu, tepat varietas, dan tepat jumlah. Kami bekerja sama dengan pemda dan penangkar benih untuk memastikan distribusinya berjalan lancar,” imbuhnya.

Kementan menyiapkan langkah strategis agar kebutuhan benih terpenuhi mulai dari kepastian CPCL minimal enam bulan sebelum tanam, penugasan penangkar untuk varietas khusus, hingga optimalisasi dan cetak sawah baru sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Dengan stok benih 48.207 ton, Kementan optimis musim tanam 2025 dapat berjalan sesuai rencana.

Komitmen kuat dari pemerintah pusat, daerah, hingga produsen benih diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi padi nasional dan menjaga ketahanan pangan.

“Kami berharap petani tidak perlu khawatir soal benih. Kementan bersama pemerintah daerah dan mitra kerja memastikan ketersediaannya cukup untuk musim tanam kali ini,” tutup Ladiyani.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018