Friday, 15 May 2026


MoU Fosfat Aljazair-Pupuk Indonesia, Wamentan Sudaryono Pastikan Pupuk Murah untuk Petani

21 Jan 2026, 11:09 WIBEditor : Gesha

Wamentan Sudaryono pimpin penandatanganan MoU fosfat Aljazair-Pupuk Indonesia untuk amankan pasokan pupuk murah, tepat waktu, dan tingkatkan kesejahteraan petani nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Aljazair -- Wamentan Sudaryono pimpin penandatanganan MoU fosfat Aljazair-Pupuk Indonesia untuk amankan pasokan pupuk murah, tepat waktu, dan tingkatkan kesejahteraan petani nasional.

Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pupuk murah bagi petani nasional lewat kerja sama internasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, memimpin delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab, sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan fosfat sebagai bahan baku pupuk, Selasa (20/1/2026).

Kunjungan kerja ini dilakukan selama 19–21 Januari 2026 bersama jajaran PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menekan biaya produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bapak Presiden memerintahkan kami memastikan pupuk tersedia dengan harga murah dan terjangkau. Salah satu kuncinya adalah menjamin pasokan bahan baku pupuk melalui kerja sama strategis dengan negara sahabat seperti Aljazair,” ujar Wamentan Sudaryono.

MoU yang ditandatangani antara anak usaha Grup Sonarem, Somiphos, dengan Pupuk Indonesia menitikberatkan pada pengembangan fosfat, mulai dari tahap eksploitasi, pengolahan, hingga pemasaran.

Langkah ini diharapkan mampu mengamankan pasokan bahan baku fosfat secara berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri pupuk nasional.

Sudaryono menekankan bahwa skema kemitraan jangka panjang ini tidak hanya soal bisnis, tetapi bagian dari strategi besar negara untuk menurunkan biaya produksi pupuk, memperkuat industri dalam negeri, dan meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani.

Selain fosfat, kerja sama juga mencakup pengamanan pasokan gas sebagai bahan baku utama pupuk.

Pemerintah Aljazair menyatakan komitmen membangun kemitraan yang seimbang dan saling menguntungkan, berbasis alih teknologi dan optimalisasi sumber daya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyambut positif kesepakatan ini.

Menurutnya, pengamanan bahan baku dengan harga kompetitif menjadi kunci untuk memproduksi pupuk lebih murah, yang dampaknya langsung meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kesepakatan ini akan membantu kita menghasilkan pupuk yang lebih murah, sehingga petani bisa bekerja lebih tenang dan hasil pertanian mereka meningkat,” kata Rahmad Pribadi.

Melalui diplomasi ekonomi ini, pemerintah menegaskan komitmen nyata dalam menjalankan visi Presiden Prabowo Subianto: menghadirkan pupuk terjangkau, tepat waktu, dan berkelanjutan untuk seluruh petani Indonesia.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018