Monday, 19 October 2026


MASSIPA’NA Hadir di Ponrang, Inovasi CPNS Luwu Ubah Sampah Organik Jadi Pupuk

21 May 2026, 14:18 WIBEditor : Herman

Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Luwu Angkatan 42. Sebuah inovasi bertajuk MASSIPA’NA (Masyarakat Siap Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair)

TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu — Langkah kreatif sekaligus bermanfaat hadir dari peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Luwu Angkatan 42. Sebuah inovasi bertajuk MASSIPA’NA (Masyarakat Siap Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair) diperkenalkan kepada masyarakat di Kecamatan Ponrang.

Program yang digagas Nilma Aprianti dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu ini hadir sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga sekaligus upaya mendukung pertanian ramah lingkungan. Melalui program tersebut, masyarakat diajak mengubah limbah organik menjadi pupuk organik cair (POC) yang murah, mudah dibuat, dan memiliki nilai guna tinggi bagi sektor pertanian.

Dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan itu, warga tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung mengolah sampah organik menjadi pupuk cair. Hasil olahan tersebut dapat dimanfaatkan petani dan pekebun untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki kualitas tanaman, hingga mendukung peningkatan hasil panen secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Kurnia Patahudding, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muh. Iqbal Halwi, Camat Ponrang, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan dan Dinas Kesehatan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Kurnia Patahudding, memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, MASSIPA’NA menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas ASN mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan sektor pertanian daerah.

“Inovasi seperti ini sangat patut diapresiasi dan harus menjadi teladan bagi ASN lainnya. Program ini memberikan manfaat ganda: lingkungan menjadi bersih, dan masyarakat mendapatkan produk bernilai guna tinggi yang sangat membantu kegiatan pertanian maupun penghijauan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Muh. Iqbal Halwi, menilai program tersebut mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik rumah tangga.

Menurutnya, limbah yang selama ini dianggap sebagai masalah justru dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik cair dinilai strategis untuk mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

“Ini mengubah pola pikir masyarakat. Sampah organik bukan beban, melainkan bahan baku yang bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan sangat dibutuhkan petani. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan pertanian maju, modern, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Program MASSIPA’NA juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan karena dinilai sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pemerintah Kabupaten Luwu berharap gerakan ini dapat mendorong masyarakat lebih mandiri dalam mengelola sampah, sekaligus meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian berbasis lingkungan.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018