Kamis, 15 November 2018


Sumur Suntik Selamatkan Lahan Kering OKI

06 Nov 2018, 21:19 WIBEditor : GESHA

Sumur Suntik sudah terbukti menyelamatkan produksi pertanaman padi di Ogan Komering Ilir | Sumber Foto:HUMAS TANAMAN PANGAN

Banyak Cara untuk bertanam padi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ogan Komering Ilir  --- Siapa bilang lahan kering tidak bisa ditanami?Petani Ogan Komering Ilir (OKI) membuktikannya dengan membangun sumur suntik sebagai sumber air.

Seperti yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Karya Mulya I, Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya yang merupakan sawah tadah hujan dengan sumber air yang jauh dan debit air yang minim.

Poktan Karya Mulya I terbiasa panen dengan jumlah rata rata hanya 5 ton/ha. Sehingga setiap kali panen, hasilnya tidak mampu menutupi biaya usaha tani yang dikeluarkan selama satu musim tanam.

Tak ingin terus menerus merugi, Kementerian Pertanian (Kementan) masuk melalui program Penerapan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (PPDPI) dengan paket teknologi sederhana berupa sumur suntik merupakan teknologi yang tepat bagi petani untuk menghadapi ancaman kekeringan.

Kasubdit Penanganan Dampak Iklim Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan Kementan, Baskoro Sugeng Wibowo mengatakan paket sumur suntik tersebut melalui bantuan pemerintah dengan anggaran yang berasal dari Ditjen Tanaman Pangan.

Sumur suntik tersebut dibuat sebanyak 5 unit untuk mengairi 10 ha lahan padi dengan bantuan pompanisasi air dan selang buang dari sumur ke lahan pertanian. 

"Sarana yang diperlukan untuk pembuatan sumur suntik yaitu paralon, selang, elbo, lem paralon, selang paralon/selang buang dan mesin pompa," tambah Baskoro.

Sumur suntik tersebut kini sudah mengairi puluhan hektar sawah Poktan Karya Mulya I dan hasil panen meningkat menjadi rata-rata 7-8 ton/ha. 

"Penerapan teknologi Sumur suntik yang dibarengi dengan penggunaan varietas yang tahan kekeringan serta pengamatan yang rutin merupakan faktor pendukung peningkatan hasil panen," beber Baskoro.

Selain hal tersebut, melalui kegiatan PPDPI dapat memberi motivasi kepada petani untuk lebih mandiri dalam beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim utamanya kekeringan.

"Kedepannya diharapkan keberhasilan poktan tersebut dengan aplikasi teknologi sumur suntik dapat menularkan semangat berusaha tani kepada poktan lain disekitarnya walaupun dengan kondisi pertanaman yang pengairannya tidak optimal," pungkas Baskoro. 

 

Reporter : Tiara

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018