Kamis, 15 November 2018


UPJA Karya Bersama, Terus Tambah Alsintan untuk Tingkatkan Pendapatan

08 Nov 2018, 10:31 WIBEditor : Ika Rahayu

Unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) meningkatkan pendapatan usaha

TABLOIDSINARTANI.COM -- Banyak cara dilakukan unit pelayanan jasa alsintan (UPJA) untuk mengoptimalkan dan meningkatkan pendapatan usaha. Selain memperluas layanan hingga ke daerah lain, ada sejumlah UPJA yang giat menambah jumlah alsintan untuk mendongkrak pendapatannya.

Salah satu UPJA yang melakukan terobosan dengan menambah jumlah alsintan untuk mendongkrak pendapatan adalah UPJA Karya Bersama. “Pada tahun 2017 kami membeli traktor roda dua sebanyak dua unit dan cultivator satu unit. Penambahan alsintan ini untuk memenuhi tingginya permintaan sewa alsintan disini,” kata Manajer UPJA Karya Bersama, Muhson, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Muhson, UPJA Karya Bersama yang didirikan pada Januari 2015 itu mendapat bantuan traktor roda 4 satu unit, combine harvester satu unit dan traktor roda 4 dua unit dari Kementerian Pertanian (Kementan). Disampaikannya bantuan alsintan tersebut bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) sudah dilakukan sosialisasi ke petani dan anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan).

“Seiring berjalannya waktu banyak petani yang mulai menyewa alsintan ke UPJA. Tak hanya di musim rendengan (penghujan), di musim kemarau pun masih ada petani yang olah tanah dan panen,” papar Muhson.

Muhson mengatakan, kalau hanya mengandalkan alsintan bantuan pemerintah, UPJA yang berada di bawah naungan Gapoktan Karya Bersama ini tak akan berkembang. Itu karena UPJA yang beranggotakan lima Poktan (125 orang) ini tak menyewakan alsintan hanya untuk anggotanya saja.

“Kami memang memprioritaskan anggota. Tapi kami juga tak bisa menolak kalau ada petani di sekitar Kecamatan Kebonagung, Kab. Demak yang menyewa alsintan ke sini,” jelasnya.

UPJA Karya Bersama kerap kali kebanjiran pesanan alsintan ketika musim tanam tiba. Tak sedikit petani anggota Gapoktan Karya Bersama terpaksa menunggu giliran menyewa traktor untuk olah tanah dan tanam.

“Setelah kami menambah alsintan, petani tak perlu lagi menunggu lama. Paling, selang satu hari yang bersangkutan segera mendapat giliran untuk sewa alsintan. Dengan bertambahnya jumlah alsintan, kami tak khawatir menerima permintaan sewa alsintan dari daerah lain,” kata Muhson.

UPJA Karya Bersama yang berlokasi di Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng) tersebut sampai kini masih fokus menyewakan alsintan dengan ongkos yang terjangkau. Petani penyewa traktor roda 4 dan 2 hanya dikenakan biaya sewa Rp 450 ribu/bahu atau Rp 680 ribu/ha. Sedangkan untuk penyewaan combine harvester hanya dipatok Rp 1 juta/ha.

“Kalau rice transplater kami sewakan dengan harga Rp 1,5 juta/bahu, atau sekitar Rp 2 juta/ha. Besaran biaya sewa yang kami patok ke petani ini cukup menarik sehingga banyak petani di Desa Megonten yang tertarik menggunakan alsintan,” ujar Muhson.

Hasil dari sewa alsintan sebagian besar untuk membayar upah operator, servis alsintan, gaji pengelola UPJA dan sisanya masuk ke kas UPJA. Operator traktor roda 4 atau 2 menerima upah Rp 100 ribu/orang/bahu. Sedangkan operator combine harvester menerima upah Rp 200 ribu/orang, keneknya Rp 150 ribu/orang. Kemudian, untuk operator rice transplanter menerima upah Rp 150 ribu/orang.

Muhson mengemukakan, dengan bertambahnya jumlah alsintan yang dimiliki UPJA Karya Mandiri, pendapatan UPJA pada tahun 2018 diharapkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 pendapatan UPJA Karya Bersama sebesar Rp 100 juta. “Kami targetkan, pendapatan UPJA pada 2018 bisa meningkat menjadi Rp 120 juta-an,” kata Muhson.

Ia juga mengatakan, pendapatan UPJA Karya Bersama sejak dioperasikan pada 2015 silam cukup tinggi. Pada tahun-tahun pertama dan kedua, pendapatan UPJA banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penunjang UPJA, seperti alat angkut alsintan. Karena itu pada akhir tahun 2015 atau awal 2016, hasil dari sebagian sewa alsintan dimanfaatkan untuk membeli truk sebanyak 1 unit. Kini, truk second seharga Rp 55 juta itu bisa dimanfaatkan manajemen UPJA untuk mengangkut alsintan ke sawah.

“Setelah kita punya truk, pekerjaan jadi lebih mudah. Alsintan bisa kami angkut dengan truk. Kalau sebelumnya kami menyewa alat angkut, saat ini kami hanya mengeluarkan ongkos untuk membeli solar,” papar Muhson.

Reporter : indarto
BERITA TERKAIT

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018