Wednesday, 21 October 2026


62 Excavator Ubah Rawa Menjadi Sawah melalui Program Serasi

18 Dec 2018, 14:39 WIBEditor : Ahmad Soim

Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalsel (18/12) melounching program Serasi

Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan sebagai pilot project Serasi mendapat target seluas 310.000 ha terdiri dari lahan pasang surut 300.000 ha dan rawa lebak 10.000 ha



TABLOIDSINARTANI.COM, Sungai Tabuk -  Launching program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) untuk mendorong kesejahteraan petani melalui korporasi dilakukan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Provinsi Kalsel (18/12).

Program Serasi  direncanakan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi  seluas 550.000 ha, terdiri dari lahan pasang surut 500.000 ha dan rawa lebak 50.000 ha. Program ini akan dilaksanakan di 5 provinsi meliputi Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan dan Jambi.

Selain padi, kegiatan Serasi juga ditujukan untuk tanaman hortikultura, ternak dan ikan. Pematang rawanya dapat ditanami bayam, sawi cabe dan lain-lain. Juga dapat dimanfaatkan untuk peternakan ayam bebek dan budidaya ikan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

"Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan sebagai pilot project Serasi mendapat target seluas 310.000 ha terdiri dari lahan pasang surut 300.000 ha dan rawa lebak 10.000 ha," jelas Mentan Amran Sulaiman di Sungai Tabuk yang merupakan salah satu kecamatan di Kalsel yang dipilih sebagai pilot project percontohan program Serasi.

Amran menambahkan, saat ini sudah disiapkan 62 excavator  untuk kegiatan 200 ribu ha rawa pasang surut/lebak pada program Serasi yang akan merubah rawa menjadi sawah atau lahan produktif. Kita harapkan pendapatan masyarakat akan meningkat dengan adanya penggunaan alat mesin pertanian berupa eksavator, Traktor Roda (TR) 4, TR 2, pompa dan combine harvester.

 BACA JUGA:

> Sambung Pasar dari Presiden Joko Widodo

> Nanas Subang Kian Mengganas dengan Omzet Rp 320 juta/ha

> Kuliah di Sekitar NTT ke Polbangtan Kupang Saja


Dengan Serasi diharapkan terjadi penambahan indek pertanaman (IP) dari 100 menjadi 300 melalui pengunaan alat dan mesin pertanian (alsinta) untuk tanam dan panen yang akan membuat produksi padi sepanjang waktu di Indonesia. Ikut hadir dalam launching kali ini  Bupati Banjar, Pangdam VI Mulawarman, Kapolda Kalimantan Selatan, Kepala Kejaksaan Provinsi Kalimantan Selatan, Korem 101 Antasari, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dan kepala SKPD se Kalimantan Selatan.




 
 

Reporter : Sri Mulyani
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018