Selasa, 19 November 2019


Tanpa Agunan, Kemenkeu Fasilitasi Pembiayaan Usaha Mikro Pertanian

21 Mar 2019, 17:27 WIBEditor : Ahmad Soim

Hamka Pengurus LKMA Karya Baru Bersama di Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, NTB berbincang dengan Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy dan Direktur Pembiayaan Pertanian Sri Kuntarsih..

Kepada para petani bisa mengkases dana Umi melalui PNM, Pegadaian atau Bahana Artha Ventura dengan plafon pembiayaan maksimum Rp 10 juta per usaha mikro.

 

TABLOIDSINARTANI.COM – Kementerian Keuangan memfasilitasi pembiayaan kepada para petani pangan yang tidak mampu mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pembiayaan usaha mikro (UMI). Pembiayaan ini tanpa agunan, mudah dan cepat.

 

Direktur Sistem Manajemen Investasi Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Joko Hendrato mengatakan banyak petani pangan yang tidak bisa mengakses KUR karena mereka tidak punya agunan.

 

“Untuk mereka yang punya usaha produktif termasuk petani namun tidak memiliki agunan, kita (Kementerian Keuangan-red) ikut mengembangkan pembiayaan usaha mikro (Umi) dengan bekerjasama dan melestarikan lembaga pembiayaan yang sudah ada dengan prinsip meningkatkan (enhanching) dan memperkuat (empowering),” tambah Joko Hendrato pada Rapat Koordinasi dengan Instansi Terkait dalam rangka Pelaksanaan FPPS di Mataram NTB (21/3).

 

Untuk penyaluran dana pembiayaan usaha mikro tersebut, Kementerian Keuangan membentuk Badan Layanan Umum Pengembangan Investasi Pemerintah (BLU – PIP). BLU ini lalu bekerjasama dengan tiga perusahaan penyalur pembiayaan Umi, yakni PT PNM, PT Bahana Artha Fentura dan PT Pegadaian.

 

Tiga mitra BLU PIP tersebut mengembalikan dana yang disalurkan ke Kemenkeu dengan bunga maksimum 4 persen. Bunga tersebut digunakan untuk biaya administrasi di BLU PIP milik Kemenkeu, sosialisasi dan penjaminan investasi agar dana yang ada bisa dikembangkan secara berkelanjutan.

 

Dimulai pada tahun 2017 sampai saat ini  tersediana dana untuk pembiayaan usaha mikro dari APBN Rp 7 triliyun, terdiri dari  Rp 1,5 triliun pada tahun 2017, pada tahun 2018 2,5 triliyun dan pada tahun 2019 sebanyak Rp 3 triliyun.

 

Pada tahun 2017, telah membiayai Usaha Mikro sebanyak 307 ribu nasabah dan sampai saat ini totalnya mencapai 846 ribu nasabah usaha mikro dari total usaha mikro di Indonesia yang diperkirakan mencapai 44 juta.

 

Kepada para petani bisa mengkases dana Umi melalui PNM, Pegadaian atau Bahana Artha Fentura dengan plafon pembiayaan maksimum Rp 10 juta per usaha mikro.

 

Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian Sri Kuntarsih menyambut baik kehadiran BLU PIP Kemenkeu dan mengajak untuk bermitra dengan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang menjadi binaan Kementerian Pertanian.Di antaranya adalah LKMA Karya Baru Bersama di  Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018