Senin, 18 November 2019


Rehabilitasi Irigasi Dongkrak Produksi Padi 8,21 Juta Ton

22 Mei 2019, 06:00 WIBEditor : Yulianto

Jaringan irigasi di Indramayu

Bukan hanya lahan sawah yang dapat terairi kini mencapai 3,129 juta hektar (ha), tapi juga indeks pertanaman (IP) naik 0,5

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Rehabilitasi irigasi menjadi perhatian utama pemerintah untuk mendongkrak produksi pangan. Dalam kurun waktu 2015 hingga April 2019 dampak dari kegiatan tersebut mampu meningkatkan produksi padi sebanyak 8,21 juta ton.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, sejak pemerintah melaksanakan program rehabilitasi jaringan irigasi tahun 2015 hingga 2019 telah berdampak siginifikan dalam peningkatan produksi pangan, khususnya padi.

Bukan hanya lahan sawah yang dapat terairi kini mencapai 3,129 juta hektar (ha), tapi juga indeks pertanaman (IP) naik 0,5. Dampak lebih lanjutnya adalah pada peningkatan produksi sebanyak 8,21 juta ton.

Selain mampu meningkatkan produksi, rehabilitasi jaringn irigasi juga mampu mempertahankan produksi padi sebesar 16,36 juta ton. Artinya, total produksi padi selama lima tahun pada daerah yang terkena kegiatan rehabilitasi mencapai 24,37 juta ton.  “Karena berdampak siginifikan, kami berharap program ini dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya di Jakarta, Selasa  (21/5).

Karena dampaknya cukup nyata, Sarwo berpesan agar petani yang tergabung dalam P3A atau kelompok tani ikut menjaga jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi. “Kalau ada bangunan irigasi yang rusak sedikit, saya minta P3A atau kelompok tani untuk segera memperbaiki. Jaringan irigasi agar dipelihara agar awet. Paling tidak umur ekonomisnya mencapai 30 tahun,” tuturnya.

Sarwo mengakui, sekitar 40% jaringan irigasi telah rusak. Bahkan hampir sekitar 50 tahun tidak pernah diperbaiki. Karena itu, pemerintah sejak awal sangat memperhatikan upaya memperbaiki jaringan irigasi.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018