Wednesday, 21 October 2026


Mahasiswa Pertanian Universitas Galuh, Dorong Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

22 Jan 2025, 18:05 WIBEditor : Herman

Seminar Nasional Faperta unigal

Tabloidsinartani.com, Ciamis --- Fakultas Pertanian Universitas Galuh menggelar seminar nasional bertajuk "Strengthening the Role of Agricultural Youth for a Sustainable Future". Acara yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Galuh pada 20–23 Januari 2025 ini merupakan rangkaian TRAVOWIL II (Training Advokasi dan Jurnalistik Wilayah) ISMPI.

Ratusan peserta, mulai dari mahasiswa, masyarakat umum, hingga delegasi Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Wilayah II, turut menghadiri acara ini. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Galuh, Asep Riza Pamungkas, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangkitkan semangat pemuda dalam menghadapi tantangan sektor pertanian masa kini.

Seminar dibuka Penjabat Bupati Ciamis, Budi Waluya, S.E., M.M., yang menegaskan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

“Sebagai daerah agraris, Ciamis bergantung pada sektor pertanian yang telah terbukti tangguh, bahkan di tengah krisis ekonomi,” ujarnya.

Ia menyoroti urgensi regenerasi petani muda, mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan jumlah pemuda yang tertarik pada dunia pertanian.

Budi juga memaparkan inisiatif pemerintah daerah untuk memperkenalkan pertanian sejak usia dini, seperti di Kecamatan Rancah. "Langkah ini penting untuk menciptakan generasi petani yang inovatif dan siap menghadapi perubahan zaman," jelasnya.

Pemerintah daerah pun menunjukkan komitmennya melalui berbagai program, termasuk pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Fakultas Pertanian Universitas Galuh. Hal ini disampaikan H. Awan Setiawan, S.P., yang juga mendorong kolaborasi antara generasi muda dan pemerintah dalam menciptakan inovasi pertanian modern.

Tantangan Pertanian Global

Dalam keynote speech-nya, Ir. Herry Dermawan mengajak mahasiswa untuk tidak ragu menjadi petani. “Profesi petani adalah fondasi ketahanan pangan nasional. Generasi muda perlu aktif berorganisasi dan berkontribusi nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Analis Ketahanan Pangan Madya dari Badan Ketahanan Pangan Indonesia, Asep Herdiana, membahas potensi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Menurutnya, diversifikasi konsumsi pangan berbasis potensi lokal menjadi solusi menghadapi ancaman krisis pangan global. “Dengan memanfaatkan potensi lokal dan teknologi modern, Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam sistem pangan dunia,” ungkapnya.

Namun, tantangan besar seperti rendahnya minat pemuda terhadap sektor pertanian, keterbatasan akses lahan, serta kurangnya edukasi pertanian modern masih perlu diatasi. Asep menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pertanian yang mendukung inovasi.

Agroforestri Solusi Keberlanjutan

Rektor Universitas Galuh, Dr. Dadi, turut menyampaikan paparan tentang pentingnya agroforestri dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani.

Ia menjelaskan bahwa sistem agroforestri, yang mengintegrasikan pohon dengan tanaman budidaya, dapat meningkatkan keanekaragaman hayati, mencegah erosi, dan meningkatkan produktivitas petani.

"Agroforestri bukan hanya tentang keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga pelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang," tegas Dr. Dadi. Ia juga menyoroti tantangan implementasi sistem ini, seperti minimnya pengetahuan petani dan akses pasar, yang membutuhkan dukungan edukasi dan kebijakan strategis.

Menginspirasi Generasi Muda

Seminar ini sukses menggugah semangat para peserta untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan keberlanjutan sektor pertanian. Melalui sinergi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat, pertanian Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global dengan inovasi dan kolaborasi.

Dengan kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Galuh membuktikan komitmennya sebagai motor penggerak perubahan menuju pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.

 

 

Reporter : Ilham Gunawan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018