
Ribuan generasi millenial tumpah ruah di Green Fest 2019
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Gaya hidup urban farming dan back to nature untuk hidup sehat kini tengah menjangkiti millenials Indonesia. Ini terlihat dari antusiasme lebih dari 4 ribu millenials yang hadir memadati Jakarta Convention Centre (JCC) untuk mengikuti Green Fest 2019, Kamis (31/1).
Antusiasme mereka juga disambut oleh puluhan stand usaha agribisnis lokal dan serta gelaran workshop hidroponik. Belum lagi, talkshow yang mengundang beragam millenials yang telah sukses mengelola urban farming maupun peluang agribisnis lainnya juga mampu membetot perhatian.
Green Festival 2019 ini merupakan festival hijau yang didukung oleh BUMN yaitu PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero), berkolaborasi bersama komunitas anak muda seperti Young On Top dan Indonesia Berkebun.
Direktur Konsumer BRI Handayani, membuka sambutan dalam acara ini dan mengajak generasi millenial yang hadir di acara Green Festival 2019 untuk aktif berdiskusi agar dapat memberi manfaat sebanyak mungkin kepada generasi millenials mengenai pertanian di era modern.
“Silahkan berdiskusi terkait inspirasi tentang cara bertanam baru ala millenials hingga cara hidup sehat untuk bisa menjadikan kita bagian dari green life,” ujar Handayani.
Pada kesempatan ini Direktur Mikro dan Kecil BRI, Priyastomo juga hadir sebagai pembicara mewakili BUMN. Menurutnya BUMN juga memiliki peran penting untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor agribisnis.
“Ada 3 hal point penting BUMN untuk membangun pertanian. Pertama kegiatan atau konsep BUMN dalam membangun pertanian, kedua dari sisi pembiayaan dan yang ketiga dari sisi pendampingan,” ujar Priyastomo.
Green Festival 2019 mengusung tiga tema diskusi yaitu Green Movement, Green Life Style dan Opportunity in Agribusiness.
Pembicara hebat ditampilkan di berbagai sisi, mulai dari agripreneur sukses seperti Helianti Hilman (founder Javara), urban farming expert yaitu Sigit Kusuma Wijaya dari Indonesia Berkebun, hingga millennials figure yang aktif di kegiatan urban farming seperti artis Eva Celia dan presenter Irfan Hakim.
Selain membagi kisahnya untuk mengangkat potensi lokal di Indonesia hinggga dapat bersaing di kancah global, spirit socialpreneur juga dibagikan oleh para pembicara kepada para millennials.
Seperti dari Fernando Watu dari Sekolah Seniman Pangan yang juga berbisnis dengan sorgum asli tanah kelahirannya. Dirinya kembali ke Flores meskipun telah menuntut ilmu di luar negeri.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai generasi millenials, harus selalu menghargai potensi sumber daya alam di daerah.
“Ritual adat di Flores itu 90 persen menggunakan pangan, hal itu yang memotivasi saya untuk kembali ke desa. Karena itu sebagai simbolik masyarakat lokal menghargai alam sekitar,” ujar Fernando.
Selain itu Eva Celia sebagai tokoh muda yang juga pegiat urban farming juga memberi spirit kepada milenials untuk memulai gaya hidup. Eva bahkan sudah punya kebun hidroponik sendiri dengan sistem kelola yang dibantu pula oleh Jakarta Berkebun.
“Yang saya lakukan masih dalam subsistence farming, untuk kepentingan kebutuhan pangan sendiri. Produknya sudah pasti sehat karena kita yang menanamnya sendiri, selain itu saya kemana-mana sekarang pakai tumblr untuk mengurangi plastik atau botol minum sekali pakai” ujar Eva.
Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini diakhiri dengan spirit millenials untuk menanam pot tanaman vertikal. Di penghujung acara pengunjung juga dapat membawa pulang secara gratis berbagai bibit yang ada di expo Green Festival 2019.