Friday, 05 June 2020


Saat Covid-19, P4S Ritey Indah malah Banjir Order

12 May 2020, 20:03 WIBEditor : Yulianto

Temukab, salah satu produk P4S Ritey Indah | Sumber Foto:Mahardika

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Selatan---Di tengah pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat khawatir akan terinfeksi virus tersebut, ternyata ada sekelompok masyarakat yang justru mendapatkan berkah. Mereka adalah produsen minuman herbal.

Pasalnya, salah satu cara masyarakat menghindari paparan virus corona adalah menjaga imunitas tubuh agar tetap sehat dengan mengonsumsi minuman herbal. Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Ritey Indah di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, menjadi salah satu produsen herbal yang kebanjiran order.

Salah satu yang produk unggulan P4S yang berada di bawah pimpinan Ketsi Pojoh adalah memproduksi minuman herbal. Sejak wabah Covid-19, P4S Ritey Indah banyak mendapat pesanan yang datang, baik dari dalam kabupaten maupun luar kabupaten.

Sejak 3 bulan terakhir ini kami banyak mendapatkan orderan minuman herbal yang kami produksi, baik itu teman-teman ataupun masyarakat luar yeng menginginkan produk kami,” tuturnya.

Salah satu yang banyak permintaan untuk saat ini yaitu poduk minuman herbal dengan label TEMUKAB. Minuman TEMUKAB yang dihasilkan P4S Retey Indah tersebut berupa serbuk siap saji yang sangat praktis dinikmati bercitarasa khas rempah dan menyehatkan.

“Semua produk dan jenis minuman yang dihasilkan ini diolah secara alami tanpa bahan pengawet,” kata Ketsi. Karena itu Ketsi yakin minuman dari rempah-rempah dapat menangkal serangan virus corona ini

Lantaran jumlah permintaan yang meningkat, P4S Ritey Indah meningkatkan produksi. Dalam keadaa normal, produksi minuman herbal hanya seminggu sekali, tapi saat pandemi Covid-19 bisa 2-3 kali produksi dalam seminggu.

“Itupun masih banyak pesanan yang kami tolak, karena kapasitas mesin produksi yang terbatas. Baku baku juga kami terbatas, karena hanya menghadalkan hasil kebun sendiri,” ungkapnya.

Produk minuman herbal itu menurut Ketsi, selain dijual, juga dibagikan kepada warga sekitar. Hal itu dilakukan sebagai ulur kasih dalam usaha menjaga kesehatan bersama.

Selain minuman herbal, P4S Retey Indah juga fokus pengolahan hasil pertanian lainnya. Diantaranya  minyak kelapa atau virgin coconut oil  (VCO), minyak urut, cuka kelapa, aneka tepung baik dari pisang, singkong serta talas.

Selain memproduksi olahan hasil pertanian, Ketsi mengatakan, P4S juga tidak melupakan tupoksi sebagai lembaga swadaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani. P4S Ritey Indah tetap menjalankan pembinaan dan bimbingan kepada kelompok tani binaan agar tetap bekerja, walaupun wabah Covid-19 merebak.

“Kami juga mengingatkan kepada petani binaan tetap menerapkan protokol kesehatan saat turun ke lapangan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan,” lanjutnya.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengintruksikan kepada seluruh jajaranya, baik ditingkat pusat maupun daerah terus melakukan pengembangan tanaman herbal yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat tinggi, khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan seseorang adalah dengan rutin minum jamu atau herbal. Banyak bahan alami yang berasal dari bumi ini dan diyakini mampu meningkatkan kekebalan tubuh atau daya tahan tubuh,” ungkap SYL.

Sejalan dengan itu  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, masalah pangan dan olahannya adalah masalah yang sangat utama yang menentukan hidup matinya suatu bangsa. Untuk itu petani harus tetap semangat tanam, olah dan panen.

Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengan wabah Covid-19. Saya juga minta kepada penyuluh pertanian  maupun swadaya untuk tetap bekerja mendampingi petani,” katanya

 

Reporter : Mahardika Atmaja/Yeni (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018