Friday, 16 April 2021


Pesona Inul Pikat Petani Kota Kretek saat Ramadhan

13 May 2020, 15:27 WIBEditor : Yulianto

Petani di Kota Kudus saat panen semangka inul | Sumber Foto:OK Setyanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Kudus---Ramadhan adalah bulan keberkahan. Itu juga yang dirasakan petani di beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Setelah usai panen padi pada musim pertama, kini petani di Kota Kretek memasuki panen semangka di musim tanam kedua.

Di tengah suasana pandemi Covid-19 tidak menghalangi semangat pejuang pangan tersebut untuk terus berkarya menjaga kedaulatan pangan. Musim panen semangka inul varietas esteem kali ini bertepatan dengan Ramadhan.

Beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu yang tengah panen semangka inul adalah Desa Sidorekso seluas 7 hektar (ha), Gamong 5 ha dan Blimbing Kidul 2 ha. Produktivitasnya rata-rata 8,35 ton/ha. Harga semangka inul di tingkat petani Rp 3.000/kg, sedangkan di tingkat konsumen Rp 5.000/kg. Rata-rata bobot per buah sekitar 2,3 – 3,5 kg.

Penentuan harga ditentukan besar kecilnya bobot buah. Jika bobot lebih dari 2 kg masuk grade A. Untuk ukuran 1.5-2 kg masuk grade B, dan Grade C dibawah 1 kg dan bentuk buah tidak beraturan.

Pemasarannya sebagian besar di tingkat lokal (80 persen) dan sisanya (20 persen) dijual pasar-pasar di luar Kecamatan Kaliwungu. Permintaan konsumen yang begitu banyak menyebabkan penjualan terbesar di tingkat lokal.

Pesona semangka inul varietas esteem memikat petani di Kota Kretek, Kudus untuk membudidayakan. Misalnya, Ahmad Sadzali salah satu pengurus Kelompok Tani (Poktan) Rejo Mulyo Desa Sidorekso. Ia beralasan, usia panen yang lebih cepat dibandingkan semangka biasa, perawatannya lebih mudah tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman sehingga peluang bakal buah positif menjadi lebih besar.

Sedangkan menurut Rasmin, petani yang tergabung di Poktan Sido Rukun Desa Blimbing Kidul menuturkan, semangka inul mempunyai kulit buah yang tebal, sehingga mengurangi resiko rusak saat proses panen. Terutama, saat pengambilan buah dan pengangkutan.

Singun petani di Poktan Sumber, Rejeki Desa Gamong pun mengatakan, menanam semangka inul menghemat lahan. Pasalnya, ukuran panjang tanaman lebih pendek dari semangka bulat. Bahkan dalam satu tanaman bisa sebanyak 2-3 buah semangka.

Sementara iitu menurut ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan konsumsi produk pertanian seperti buah dan sayur secara rutin untuk meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) di tengah merebaknya Covid-19. Salah satu buah yang kandungan gizinya tinggi adalah buah semangka. Vitamin C mencapai 21 persen, vitamin A 18 persen, Kalium 5 persen, Magnesium 4 persen, dan Vitamin (B1, B5, dan B6) 3 persen.

"Agar tubuh kita mampu menangkal penyerbu-penyerbu asing (virus, kuman, dan bakteri), maka limfosit (sel darah putih) harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan produksi limfosit. Vitamin C bekerja seperti antibiotika di dalam tubuh untuk menghancurkan virus penyebab penyakit," tuturnya.

Sementara itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengingatkan, pertanian menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Walau dalam kondisi pandemi Covid-19, pertanian jangan berhenti, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan. Setelah panen, segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan," katanya.

Demikian halnya arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi. Masalah pangan menurutnya, adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa.

”Saat ini seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat, pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi,” tegas Dedi secara terpisah.

 

Reporter : OK Setyanto/Yeniarta (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018