Thursday, 02 July 2020


Mahrus Ali, Bangun Bisnis Domba Bernilai Miliaran Rupiah

01 Jun 2020, 17:08 WIBEditor : Yulianto

Mahrus Ali bersama ternak domba yang siap dikirim | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bondowoso---Domba menjadi sumber protein hewani alternatif selain daging ayam dan sapi. Bahkan beternak domba cukup menjanjikan karena dalam medio dua tahun domba produktif dapat melahirkan minimal tiga kali dengan jumlah anak mencapai dua hingga tiga ekor setiap kali melahirkan.

Potensi dan peluang besar inilah yang ditangkap seorang milenial asal Bondowso,  Jawa Timur, Mahrus Ali. Eks kontraktor pertambangan ini membangun usaha ternak domba dengan mendirikan UD Al Fatih. Berdomisili di Dusun Darbangsah, Desa Kupang, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Mahrus Ali sejak tahun 2014 fokus beternak domba.

“Beternak domba bukan tidak pernah jatuh, tapi potensi keuntungan besar dan minimnya persaingan, serta tingkat reesiko kecil, memacu motivasi saya dalam beternak domba,” ujar Mahrus.

UD Al Fatih saat ini memelihara sekitar 3.000 ekor domba dengan omset penjualan cukup fantastis. Pengiriman domba dilakukan mingguan ke Pulau Dewata, Bali sebanyak 15-30 ekor. Sedangkan pengiriman ke Riau, Kuningan, Jakarta dan Lamongan per minggu masing-masing 200 ekor domba.

Jika rata-rata perbulan jumlah pengiriman mencapai 1.000 ekor dan harga kisaran Rp 1 juta, maka bruto yang Mahrus Ali terima mencapai Rp 1 miliar. Populasi kambing/domba di Indonesia sendiri diperkirakan mencapai 35.052.653 ekor dan sebanyak 4,27 juta ekor berada di Jawa Timur. Sedangkan kebutuhan konsumsi nasional terhadap daging kambing/domba sekitar 13.572 ton /tahun.

Mengenai kondisi pandemi Covid-19 yang hampir menerpa hampir semua sektor menurut Mahrus, meski ikut terengaruh karena ada pembatasan sosial, tapi untuk kebutuhan domba masih bisa dilakukan. “Kebutuhan konsumsi saya melihat masih berjalan baik,” ujarnya.  

Untuk memenuhi kebutuhan pakan, Mahrus mengatakan, dirinya  menyiasati dengan pembuatan silase. Beberapa kali ia mendapatkan informasi materi pengetahuan pakan silase dari Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan Bondowoso. Bahkan Mahrus juga mendampat pendampingan dari seorang PPL dalam kegiatan pembuatan silase.

Silase yang biasa dibuat adalah campuran dari tebon jagung (dihaluskan dengan bantuan cooper), dedak, tinten (batang kedele yang sudah kering dicooper), jagung giling, polar, konsentrat. Pakan jenis ini jika diberikan pada domba, maka efek akan dirasakan paling cepat 2 minggu hingga satu bulan setelah pemberian. Terlihat, akan ada penambahan bobot domba jantan sekitar 8 – 9 kg dan pada domba betina sekitar 6 kg.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan, baik secara tatap muka maupun virtual, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tidak henti-hentinya menyampaikan bahwa, Kementerian Pertanian akan terus mengoptimalkan SDM Pertanian terutama petani milenial, baik di desa maupun di kota untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan sampai menuju pasar ekspor.

SYL yakin generasi milenial dibidang pertanian ini terus meningkat dan berkembang. Jika anak muda yang mau terjun dibidang pertanian, mereka mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik.

“Apalagi dengan memanfaatkan tekhnologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman. Generasi milenial bidang pertanian saat ini tak hanya sekadar bertani, tetapi juga cerdas berwirausahatani dengan memanfaatkan teknologi,“ tambah SYL. Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Seluruh insan pertanian baik itu widyaiswara, penyuluh dan petani harus bahu membahu dalam memenuhi kebutuhan pangan.

“Inilah waktu yang tepat bagi petani untuk menjadi pahlawan bangsa. Petani milenial harus mampu menjadikan aktivitas tidak hanya on farm tetapi mampu menuju off farm yang lebih memiliki nilai jual. Petani milenal juga harus mampu membuat terobosan-terobosan baru, dan harus mau berinovasi di jaman Industri 4.0 ini,” pungkas Dedy.

 

Reporter : Hardianto/ Yeniarta/Asep (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018