Thursday, 22 October 2026


Edy Susanto Rutin Pasarkan Gethuk Take ke Hongkong

24 Sep 2021, 11:31 WIBEditor : Gesha

Edy Susanto dan stand Gethuk Take

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Siapa bilang makanan tradisional tak diminati masyarakat mancanegara ? Edy Susanto , penggiat UMKM pangan lokal asal Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah buktinya diam-diam sudah rutin memasarkan getuk ke Hongkong dan Makao.

Ditemui di standnya saat Ekspose Pangan Lokal yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian di salah satu mal kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/09), Edy mengatakan, sejak tahun 2016 pihaknya fokus menekuni usaha memproduksi aneka pangan olahan berbasis singkong mengingat singkong sebagai bahan baku utama mudah didapat di daerahnya.

“Saya bahagia bergerak di bisnis ini karena bisa sekaligus membantu petani singkong di daerah saya. Harga singkong yang dipanen petani menjadi stabil dan saya juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar saya,” kata mantan TKI tersebut.

Saat ini setiap hari sekitar 5-6 kuintal singkong diolahnya menjadi aneka makanan tradisional seperti getuk, gemblong, lemet . Belakangan saat pandemi covid-19 melanda tanah air pihaknya mulai berinovasi memproduksi aneka jenis keripik berbahan baku umbi-umbian tetap dengan produk unggulan keripik singkong.

Dalam upaya mendapatkan bahan baku berkualitas serta mencukupi dari segi kuantitas, Eddy sejak awal telah menjalin kerja sama dengan kelompok tani setempat. Eddy sesungguhnya piawai pula melakukan budidaya singkong karena pernah juga menjadi petani singkong . namun kini dengan semakin tingginya aktivitas bisnis pangan olahan, kegiatan tanam menanam singkong ditinggalkannya.

Didukung 29 orang tenaga kerja yang merupakan putra daerah, berbagai inovasi terus dilakukan edy dengan mempertimbangkan keinginan konsumen dan pelanggannya. Antara lain variasi rasa dari getuknya terus diperkaya sehingga kini disamping rasa original telah ada getuk dengan toping keju, coklat, coklat keju dan coklat kacang. Kemasannya pun terus dipercantik sehingga bisa makin menarik dimata konsumen.

Terobosan Pasar

Ayah dua anak bernama Taka dan Kenji yang kemudian diabadikannya menjadi merek dagang “Gethuk Take “ ini bersama tim marketingnya dikenal kerap melakukan terobosan pasar , karenanya tak mengherankan bisnis getuknya terus berkembang . Di era digital saat ini ia juga menerapkan pola pemasaran secara online sasaran pasarnya bahkan bukan hanya di tingkat lokal tetapi juga sudah menggarap ekspor.

Saat ini ekspor produk Gethuk Take sudah secara rutin dilakukan ke negara Hongkong dan Makao dan pelanggannya kebanyakan adalah para tenaga kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW). “Mereka bilang membeli getuk produksi saya untuk obat kangen karena dari dahulu singkong itu sudah merupakan makanan mereka sehari-hari,” tutur pria 40 tahun itu.

Belakangan makanan tradisonal berbasis singkong yang dihasilkannya sudah bisa masuk ke hotel dan restoran di wilayah Kota Solo sebagai kudapan wajib untuk rehat kopi. “Saat awal pandemi hotel dan resto tutup total sehingga penjualan kami sempat terhenti. Diharapkan pandemi covid-19 cepat berlalu sehingga aktivitas terkait pariwisata kembali bergeliat dan kami bisa lebih meningkatkan penjualan ke sektor pariwisata,” tutur Edy.

Mendapat kesempatan dari BKP Kementan melalui Dinas ketahanan Pangan Kabupaten Karanganyar untuk bisa berpameran di mal Jakarta, ditekankan Edy merupakan berkah yang harus disyukuri karena dengan demikian ia bisa menunjukkan kepada masyarakat kalangan menengah atas bahwa getuk bisa tampil kekinian . Bisa ditunjukkan pula bahwa pangan lokal berupa singkong itu menyehatkan dan bisa menjadi alternatif sumber karbo hidrat pengganti nasi.

Dirinya berharap Kegiatan ekspose pangan lokal yang digelar BKP bisa berkelanjutan dan mengikutsertakan lebih banyak lagi UMKM di daerah yang selama ini menekuni kegiatan usaha memproduksi aneka kuliner berbahan dasar pangan lokal. Fasilitasi pemerintah berupa memberikan kesempatan berpameran di even besar sangat diperlukan agar UMKM pangan lokal dapat lebih mengembangkan usahanya bahkan sampai menembus pasar ekspor. 

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018