Monday, 06 December 2021


Camilan Sehat Sorgum dari Dapur Sore

13 Nov 2021, 17:16 WIBEditor : Yulianto

Rizal, pemilik usaha Dapur Sore | Sumber Foto:Echa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sorgum merupakan salah satu makanan pokok pengganti beras yang banyak dikembangkan di Nusa Tenggara Timur. Sayangnya nama sorgum belum banyak  dikenal publik, serta tidak sepopuler jagung dan gandum. Padahal, bahan pangan yang satu ini memiliki kandungan gizi yang tak kalah melimpah dari sumber karbohidrat lain.

Sorgum bisa menjadi alternatif pangan bagi yang sedang menjalani diet karena tinggi serat. Selain itu, sorgum juga kaya akan protein sehingga bisa memenuhi kebutuhan protein harian.

Tidak hanya itu saja, bahan pangan pengganti beras ini memiliki kandungan antioksidan seperti flavonoid, asam fenolat, dan tanin. Tak seperti biji-bijian pada umumnya, sorgum juga tidak mengandung gluten. Jadi cukup aman untuk dikonsumsi orang yang sensitif terhadap gluten.

Adalah Rizal Masruri, lelaki berusia 29 tahun yang beralamat di Perumahan Bumi Banten Indah Blok F1 No. 5 menekuni produk pangan lokal berbahan baku sorgum. Rizal tak sendiri, dirinya dibantu istrinya dan rekannya bernama Sore membangun usaha bernama Dapur Sore.

“Kenapa saya beri nama Dapur Sore, karena saya, istri saya Oki dan satu lagi Sore. Nama tersebut merupkan gabungan nama kami. Tapi Sore adalah orang dibalik layar dan mempunyai konsep usaha, saya dan istri yang mengeksekusi,” tuturnya kepada Tabloid Sinar Tani.

Terjun dalam usaha pangan lokal  menurut Rizal kebetulan latar belakang pendidikannya adalah pertanian, istrinya ahli gizi, sedangan Sore adalah pebisnis. “Pada petengahan tahun 2019, kami bertemu. Sebenarnya kami sudah tahu sorgum, tapi baru pada pertengahan tahun 2019 lebih mendalami soal sorgum, dari mulai menanamnya, manfaatnya dan segala macamnya, termasuk nilai gizi. Dari situlah saya tertarik mengolah sorgum menjadi produk yang lebih mudah dikenal masyarakat umum,” tuturnya.

Saat ini Dapur Sore mempunyai 7 produk. Untuk cookies ada 3 produk sorgum cookies cokelat yang terbuat dari 100 persen tepung sorgum dengan topping dark cokelat, cookies rendah kalori namun tinggi serat. Ada juga sorgum granola bites almond honey terbuat dari oat, sorgum, kacang almond dan cranbery kering yang dibalut dengan madu. “Harga yang kami tawarkan mulai dari tepung Premix dari Rp 27.000 , sedangkan cookies harganya Rp 35.000,” katanya.

Rizal menjelaskan, saat akan mengeluarkan produk baru dirinya selalu konsultasi dengan istrinya. Misalnya, produk sorgum cookies gula aren, berapa persen telur dan bahan lainnya, sebelum dilepas ke pasaran, istrinya lah yang memberikan persetujuan. “Jadi makanan yang kita buat bukan hanya enak, tapi juga sehat,” ujarnya.

Dalam pemasaran Rizal mengatakan, Dapur Sore juga memanfaatkan informasi teknologi dengan jualan online. Bahkan permintaan dari Bandung cukup besar. Namun kini juga ada permintaan dari Jakarta, Medan dan Lampung.

Rizal mengakui, kendala yang ditemui belum semua orang kenal. Namun karena awalnya usaha Dapur Sore sudah berkomitmen mengutamakan edukasi ke konsumen. Ibaratnya kalau konsumen sudah teredukasi lambat laun pasti pasar akan terbentuk. Kita nggak andalkan hard selling, kita soft selling ke pelanggan kita,” katanya.

Misi Dapur Sore adalah ingin memperkenalkan pangan lokal Indonesia. Sebab, pangan lokal Indonesia adalah harta karun, karena potensinya besar terutama nilai gizinya. “Jdi langkah saya ingin memperkenalkan pangan lokal ke orang yang tidak punya memory tentang pangan lokal, terutama milenial yang belum tahu,” tuturnya.

Jadi sebenarnya pasar Dapur Sore adalah kaum milenial. Dengan harapan, mereka mengetahui Indonesia memiliki pangan lokal yang tidak kalah dengan produk impor. 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018