Thursday, 22 October 2026


Serundeng Singkong Crispy Racikan Hendrati

31 Dec 2021, 15:05 WIBEditor : Yulianto

Hendrati dengan produk mi singkongnya

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Singkong menjadi produk pangan lokal yang banyak tumbuh di Tanah Air. Dengan potensi tersebut, Hendrati Sri Kristyaningsih memproduksi pangan unik berbahan ubi kayu tersebut yakni, mie mocaf dan serundeng singkong crispy.

Dalam membuat produk pangan tersebut, Hendrati menggunakan singkong kuning varietas bokor yang tepungnya kaya betakarotin. Jenis singkong tersebut banyak ditanam di daerah Boyolali. “Karena saya berasal dari Boyolali, jadi saya mencoba mengangkat singkong hasil kampung kami sendiri,” katanya.

Dengan mengembangkan produk pangan singkong, Hendrati berharap dapat mendorong penghasilan petani. Tiap pohon singkong rata-rata produktivitasnya mencapai 10-25 kg. Jika potensi produksi 1 ha dengan jumlah tanaman minimal 8-10 ribu pohon, maka petani bisa memperoleh 80-100 ton/ha.

“Potensi hasil singkong Boyolali memang luar biasa. Singkong petani selama ini banyak diserap industri untuk dijadikan bahan dasar pembuatan tepung singkong atau modified cassava flour (mocaf),” katanya.

Menurut Hendrati, ada beberapa daerah di Boyolali mengembangkan singkong kuning tersebut. Bahkan dalam waktu 10 tahun ke depan, ia yakin tidak akan kekurangan bahan baku untuk membuat olahan pangan ini.

Sebelum mengembangkan pangan lokal singkong, Hendrati sebenarnya pernah mencoba membuat panganan dari umbi kimpul. Bahkan produk tersebut bukan hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi jugal luar negeri.

Karena keterbatasan bahan baku kimpul dari petani dan teknologinya kurang baik, membuat diirnya kesulitan memenuhi permintaan pasar. Akhirnya Hendrati mencari solusi bahan pangan lokal yang banyak di Indonesia, terutama di Boyolali dan selalu tersedia saat diperlukan.

“Jawabannya adalah singkong. Mulailah saya menekuni singkong,” ujarnya. Namun Hendrati mengakui, selama ini ada anggapan singkong makanan orang desa, sehingga saat dirinya menawarkan produk dari singkong banyak yang menolak.

Tapi setelah diberikan pemahaman dan informasi tentang singkong dan perlihatkan tampilan gizi yang ada, lambat laun banyak yang tertarik. Bahkan ada yang mencoba dan ketagihan. “Itulah membuat saya semangat lagi untuk terus berinovasi menciptakan produk baru. Terbaru adalah serundeng singkong chrispy,” katanya.

Serundeng Singkong Crispy

Produk unik yang dihasilkan Hendrati adalah serundeng singkong. Selama ini terbuat dari bahan baku kelapa, tapi ditangan Hendrati justru singkong yang menjadi bahan bakunya. Bahkan rasanya pun crispy.

Bermula dari kesukaannya terhadap serundeng muncul ide Hendrati membuat serundeng berbahan dasar dari singkong. Jika melihat secara sepintas, maka tampilannya mirip dengan serundeng kelapa.

Owner UMKM Mekarsari ini bercerita, serundeng selama ini indentik terbuat dari kelapa. Karena menyukai serundeng dan rempah, kemudian Hendrati berfikir membuat serundeng berbahan dasar singkong. “Ide awal terciptanya serundeng singkong adalah kebetulan saya adalah penyuka serundeng,” kata wanita berusia 56 tahun.

Kemudian dirinya mencari info dari internet serundeng singkong. Ternyata informasi yang ada adalah serundeng Padang. Memang ada serundeng singkong, tapi bentuknya seperti sawut besar.

“Saya kurang sreg. Akhirnya setelah hampir mencoba selama 3 bulan dengan banyaknya kegagalan saya menemukan teknologinya. Bahkan secara kasat mata mirip dengan kelapa,” tuturnya.

Setelah berhasil menciptakan serundeng kelapa, ternyata permintaannya cukup banyak dari reseller, padahal baru satu bulan. Kini produk serundeng singkong sudah keluar legalitas PIRT-nya. 

Selain serundeng singkong, Hendrati yang tinggal di Bumi Singkil Permai RT 01/XIII Singkil, Karanggeneng Boyolali Jawa Tengah, sebenarnya memproduksi pangan lain. Salah satunya adalah mie mocaf.

Seperti apa? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018