Sunday, 26 June 2022


Komunitas Ratoh Angkat Produk UMKM Dikenal Luas

25 Mar 2022, 09:48 WIBEditor : Herman

Produk Herbal Jahe Merah Ratoh | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Sampang --- Komunitas dirasakan memberikan dampak yang baik bagi kemajuan perekonomian, baik di bidang pertanian, peternakan atau pun ekonomi kreatif. Hal ini akan sangat membantu mempercepat pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi, dilain sisi tingkat kesehatan masyarakat yang rentan terhadap lingkungan sepertinya perlu menjadi prioritas utama.  

Adalah Mahfud, ketua kelompok Ratoh dari Sampang Madura yang memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. “Saya ketua kelompok pertanian dan mempunyai komunitas yang diberinama Ratoh atau dalam bahasa Madura memili arti Raja, sebenarnya ini singkatan Ramuan Agen Tanaman Organik Herbal (Ratoh),” ujarnya. 

Dalam Ratoh terdapat unit-unit yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab terhadap berbagai bidang mulai dari  peternakan, perikanan, pengolahan limbah, hingga pupuk organik.  

“Orang-orang yang mau maju dan kreatif saya rangkul semua.  Pupuk organik, agen hayati, POC urine kambing itu sudah kita buat semua, tujuan kita nanti mau membuat integritas farming yang nantinya menjadi tempat rujukan untuk agrowisata atau wisata edukasi,” terangnya.

 

Diungkapkan Mahfud, para petani didesanya masih kurang percaya diri dalam menggunakan produk-produk yang dihasilkan dari desa tersebut. Mereka lebih suka membeli dengan merk yang terkenal ketimbang hasil produksi dari desa sendiri, padahal sudah diuji coba.  

“Kita mendapat bantuan dari Dinas Pertanian untuk uji laboratorium, lumayan bagus hasilnya. Sama saja dari yang bertani secara konvensional berubah ke organik, waktu kemarin pupuk langka, kita tidak kebingungan, kita mau mengangkat kelompok yang awalnya bergerak dibidang budidaya dan penjualan empon-empon, seperti jahe merah agar menjadi produk yang dapat meningkatkan nilai ekonomis,” tambahnya. 

Mahfud menceritakan ketika awal pandemi Covid 2019, ia dan kelompoknya menanam jahe merah yang terkenal bisa untuk menjaga imun dan menambah daya tahan tubuh. Melihat harga yang sangat tinggi mencapai Rp 125 ribu per kg, dan jahe merah yang laku keras dipasaran, Mahfud bersama kelompoknya membuat terobosan untuk memproduksi turunan dalam bentuk minuman.

Bukan hanya itu, pengembangan produk terus dilakukan dengan mengolah berbagai tanaman herbal yang bermanfaat untuk tubuh menjadi minuman herbal siap saji yang segar dan menyehatkan yang dikemas secara apik dan menarik. Diantaranya temulawak, kunyit, kapulaga, cengkeh, kunir, beras kencur, hingga produk khusus keperkasaan pria.

Harga produk yang ditawarkan bervariasi wedang jahe Rp 7 ribu per 250 ml, ekstrak jahe merah Rp 40 ribu per 200 gram, ekstrak temulawak Rp 30 ribu per 200 gram, kunir asam Rp 5 ribu per 350 ml dan minuman khusus pria Rp 50 ribu per botol.

“Kita masih memproduksi skala rumah tangga, cita-citanya ingin menjadi lebih besar lagi,” pungkasnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018