M. Fauzi Pelaku Budidaya Lele Bangkalan Madura
TABLOIDSINARTANI.COM, Sampang Madura --- Potensi besar budidaya lele menarik minat M. Fauzi untuk menekuni usaha tersebut. Sempat rugi di awal usaha dijadikan Fauzi sebagai pelajaran berharga,. Seperti apa jatuh bangun Fauzi menjalankan usaha ini.
Lele menjadi salah satu komoditas ikan yang memiliki potensi besar. Pasar yang terbuka lebar mulai dari kalangan rumah tangga hingga warung makan pinggir jalan membuat usaha budidaya lele sangat menguntungkan.
Salah satu yang memilih usaha budidaya lele adalah M. Fauzi. Pemuda dari Kecamatan Ketapang, Kabupatan Sampang, Madura ini, tertarik budidaya lele karena ketidak sengajaan.
“Berawal dari melihat teman merawat dan memberi makan ikan lele sewaktu bermain ke rumahnya menjadi motivasi untuk membudidayakan ikan lele,” ujarnya.
Dalam memulai budidaya, Fauzi membuat kolam terpal berukuran 1,5x3 meter, kedalaman 80 cm dan menebar 1000 bibit benih lele. Untuk benih, Fauzi membeli jenis lele sangkuriang dari seorang teman di daerah Bangkalan berusia 3 bulan dengan ukuran sekitar 5-7 cm.
Karena tidak memiliki ilmu budidaya lele yang cukup, Fauzi sempat mengalami kerugian di awal usaha. ”Waktu masih awal dari pembelian bibit dan pakan kita masih mendapatkan kerugian 80 ribu,” kenang Fauzi.
Namun hal tersebut tidak membuat Fauzi menyerah, dan kerugian tersebut dijadikanya sebagai pelajaran berharaga. Bahkan Fauzi menambah lagi 3 kolam budidaya lelenya.
“Jadi untuk lele yang kecil dan besar dipisahkan karena kalau tidak nanti kalah, untuk pemberian pakannya dua atau tiga kali sehari, kita kuras dulu kolamnya lebih kurang sepertiga dari volume air kolam untuk mengurangi amonia, ikan lele sendiri tidak suka dengan air yang bening jadi lebih suka dengan air yang menggenang,” tuturnya.
Menurut Fauzi, dari benih berukuran 5-7 cm, apabila sudah berumur 3 bulan lebih baru bisa dipanen. Untuk saat ini harga eceran ikan lele Rp 25 ribu per kg dengan isi rata-rata 12 ekor.
“Penyakit yang menyerang ikan lele antara lain penyakit kuning, aeromonas terus ada juga seperti keracunan, jadi lele itu bisa muter-muter, biasanya kalau tercemar penyakit airnya harus dikuras sebagian diganti dan diisi dengan air lagi, setelah itu ikan lele dipuasakan jadi penyakit ikan lele itu juga bisa dari air yang ada bakterinya atau dari amonia pakan, kalau lele itu dalam kolam terlalu padat harus ada kincir air atau diberi oksigen dalam air,” jelasnya.
Budidaya ikan lele sangkuriang hanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk panen. Ketika waktu panen sebaiknya menggunakan peralatan untuk memanen yang berbahan licin dan halus agar kulit ikan lele tidak lecet dan kualitas lele tetap baik,
“Bіаѕаnуа Lele Sangkuriang memiliki pertumbuhan sangat cepat dаrі ikan lainnya, lele sangkuriang harus di pisahkan berdasarkan ukuruannya, hal іnі di lakukan agar ikan уаng pertumbuhannya lebih lambat tіdаk kalah bersaing saat mengkonsumsi makanan, sеlаіn іtu ikan уаng pertumbuhannya cepat bіѕа dipanen dalam waktu уаng lebih cepat,” ujar Fauzi.