Thursday, 12 March 2026


Berkah MBG, Pembudidaya Lele Kebanjiran Order dan Buka Lapangan Kerja

23 Feb 2026, 09:43 WIBEditor : Gesha

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa berkah bagi pembudidaya lele. Permintaan melonjak hingga ton per minggu, produksi meningkat, dan peluang kerja baru terbuka bagi warga sekitar kolam budidaya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa berkah bagi pembudidaya lele. Permintaan melonjak hingga ton per minggu, produksi meningkat, dan peluang kerja baru terbuka bagi warga sekitar kolam budidaya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa angin segar bagi sektor perikanan lokal di Kabupaten Kediri. Program nasional ini menjadi berkah bagi para pembudidaya ikan lele yang kini kebanjiran pesanan sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Dinas Perikanan Kabupaten Kediri terus menggencarkan pembinaan kepada pembudidaya agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di wilayah setempat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk lokal terserap maksimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nurhafid, mengungkapkan bahwa hingga kini terdapat 10 pelaku usaha perikanan yang aktif menyuplai kebutuhan SPPG.

Total produksi lele yang disalurkan mencapai sekitar 7,5 ton per minggu, dengan frekuensi pengiriman satu hingga dua kali setiap pekan.

“Produk yang disalurkan ke SPPG sudah dalam bentuk ikan bersih maupun fillet tanpa tulang. Ini langkah strategis agar produk lokal Kediri bisa terserap maksimal dalam program nasional,” ujarnya.

Lonjakan permintaan tak hanya meningkatkan penjualan lele, tetapi juga memicu tumbuhnya aktivitas ekonomi baru. Proses pengolahan ikan menjadi fillet membuka lapangan kerja bagi keluarga dan warga sekitar lokasi budidaya.

Berdasarkan data Dinas Perikanan, setiap 100 kilogram lele yang diolah mampu menyerap rata-rata dua tenaga kerja. Dengan volume produksi mencapai 7,5 ton per minggu, program ini dinilai mampu memberdayakan puluhan warga lokal secara berkelanjutan.

Aktivitas pemrosesan lele, mulai dari pembersihan hingga pemiletan, kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Suasana kawasan budidaya pun semakin hidup dengan meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi.

Pemerintah daerah menilai program MBG bukan sekadar upaya pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Pembinaan terhadap pembudidaya terus dilakukan agar kualitas produk memenuhi standar kebutuhan program.

Nurhafid menegaskan pihaknya akan memperluas pendampingan kepada lebih banyak pelaku usaha perikanan agar manfaat program MBG semakin dirasakan masyarakat.

“Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga,” katanya.

Dengan meningkatnya permintaan dan serapan pasar yang stabil, sektor budidaya lele di Kediri diproyeksikan terus tumbuh. Program MBG pun menjadi pintu rezeki baru bagi pembudidaya, sekaligus motor penggerak ekonomi lokal yang memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018