Kamis, 09 Februari 2023


Bahan Baku Melimpah, KWT Berbinar Produksi Sari Buah Belimbing

15 Jan 2023, 00:40 WIBEditor : Herman

KWT Berbinar Kreasi Olahan Belimbing | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Melimpahnya buah belimbing di daerahnya mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Malang berkreasi. Salah satunya dengan membuah sari buah belimbing yang mengandung banyak vitamin.

Keberadaan ratusan pohon belimbing yang berbuah lebat di Kecamatan Blimbing, Kota Malang tidak disiasiakan para wanita tangguh yang tergabung dalam KWT Berbinar. Buah belimbing yang melimpah diolah menjadi minuman sari belimbing oleh para ibu-ibu di KWT Berbinar untuk kemudian dipasarkan ke berbagai tempat di kota Malang.

Sekretaris KWT Berbinar RW.05 Kecamatan Blimbing Kota Malang, Yeni Yuliawati menceritakan bahwa banyaknya pohon belimbing di Kecamatan Blimbing karena adanya bantuan bibit pohon belimbing dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kota Malang.

“Waktu itu mendapat bantuan antara 100-150 bibit pohon belimbing, setelah itu kita ikut lomba kampung bersinar tingkat kota, akhirnya menang di kategori madya. Kemudian mendapat bantuan lagi pohon belimbing bermacam-macam jenis, terus mengikut lomba kampung tingkat provinsi, sedangkan lomba urban farming waktu itu yang kita tonjolkan budidaya lele dan produk olahan bunga telang, karena belum pernah ikut jadi kalah,”tuturnya.

 

Yeni mengaku awalnya pohon belimbing yang ditanam tidak menghasilkan buah yang lebat seperti sekarang. Karena pohon belimbing di tanam di dalam polybag dan karena kurang pupuk atau nutrisim dab buah yang dihasilkan pun tidak manis.  

“Waktu kita kunjungan ke kebun belimbing di Kota Blitar, dijelaskan ternyata kita salah secara teknis, harusnya pohon belimbing itu kalau buahnya kita bungkus plastik bukan rantingnya yang kita tali, supaya buahnya tetap dapat nutrisi, dapat ilmu dari situ,”ujarnya.

Dengan ilmu yang didapat dan menerapkannya langsung ke pohon belimbing yang ada membuat kondisi pohon belimbing menjadi jauh lebih baik sehingga menghasilkan buah yang lebat dengan rasa yang manis.

“Darisana kita mulai memanfaatkan melimpahnya buah belimbing untuk dijadikan minuman sari buah belimbing,” ungkapnya.

Proses pembuatan sari belimbing tidak sulit, prosesnya setelah buah belimbing di blender kemudian peras dan dimasak dengan air, lalu ditambahkan gula pasir sebagai pemanis.

 

“Dari 2 kg belimbing bisa dibuat menjadi 40 botol, kemarin kita sempat membuat jelly dari sari buah belimbing tapi kurang laku di pasaran karena kemahalan, kalau sari belimbing pasarnya bisa anak-anak, remaja dan umum,” ujar Yeni.

Dalam satu hari Yeni memproduksi 16 liter sari buah belimbing dari 8 kg belimbing segar. Sari buah belimbing tersebut dipasrkan melalui agen dengan harga Rp 5 ribu/botol 250 ml.

Yeni mengatakan, melimpahnya buah belimbing di tempatnya tidak menjadikan ia dan anggota KWT lainnya kesulitan dalam bahan baku, Namun, masih ada kendala yang dihadapi yaitu untuk perizinan produk seperti BPOM dan lain sebagainya.

“Kita berharap usaha akan terus berlanjut karena sari buah belimbing di pasaran masih jarang, rencana mau membuat kemasan oleh-oleh, jadi satu kotak isinya 6 botol, sudah banyak yang pesanan,”pungkasnya.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018