Friday, 09 October 2026


Datang ke PENAS XVII Gorontalo? Jangan Pulang Sebelum Menjelajahi Surga Wisata Ini

17 Jun 2026, 07:39 WIBEditor : Gesha

Menjelang PENAS XVII 2026, Gorontalo tak hanya menyuguhkan agenda pertanian nasional, tetapi juga deretan destinasi wisata alam, budaya, dan sejarah yang memikat yang sayang jika dilewatkan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gorontalo -- Menjelang PENAS XVII 2026, Gorontalo tak hanya menyuguhkan agenda pertanian nasional, tetapi juga deretan destinasi wisata alam, budaya, dan sejarah yang memikat yang sayang jika dilewatkan. 

Ribuan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dipastikan akan memadati Provinsi Gorontalo pada 20-25 Juni 2026. Namun, agenda nasional yang menjadi ajang pertemuan petani dan nelayan terbesar di Indonesia itu ternyata tidak hanya menawarkan kegiatan pertanian, perikanan, serta pertukaran teknologi dan inovasi.

Di balik kesibukan pelaksanaan PENAS XVII, Gorontalo menyimpan beragam destinasi wisata yang siap memanjakan para tamu dari berbagai daerah. Mulai dari wisata sejarah, budaya, pegunungan, pantai berpasir putih hingga surga bawah laut, semuanya dapat dijangkau dalam satu provinsi yang dikenal dengan julukan Serambi Madinah tersebut.

Kehadiran ribuan peserta PENAS XVII diperkirakan turut mendorong sektor pariwisata daerah. Pemerintah daerah pun menyiapkan berbagai destinasi unggulan agar para tamu tidak hanya membawa pulang ilmu dan pengalaman dari ajang nasional tersebut, tetapi juga kenangan tentang keindahan Gorontalo.

Benteng Otanaha 

Bagi peserta yang menginap di Kota Gorontalo, terdapat sejumlah objek wisata yang mudah dijangkau. Salah satu yang paling populer adalah Benteng Otanaha.

Benteng peninggalan bersejarah tersebut berdiri kokoh di atas perbukitan dan menjadi salah satu ikon wisata Provinsi Gorontalo. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama Danau Limboto dari ketinggian sekaligus menyaksikan matahari terbenam yang menjadi favorit wisatawan.

Benteng yang dibangun pada abad ke-16 tersebut memiliki nilai sejarah tinggi karena pernah menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan Kerajaan Gorontalo.

Tak jauh dari sana, wisatawan dapat mengunjungi Rumah Adat Dulohupa. Bangunan tradisional ini menjadi tempat yang tepat bagi para tamu PENAS untuk mengenal lebih dekat budaya dan adat istiadat masyarakat Gorontalo.

Arsitektur rumah panggung khas daerah serta berbagai koleksi budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin memahami kekayaan tradisi Gorontalo.

Untuk wisata keluarga, tersedia pula Bak Pemandian Potanga dan Kolam Renang Lahilote yang menjadi lokasi favorit masyarakat setempat untuk bersantai bersama keluarga.

 

Pantai Biluhu dan Menara Pakaya 

Kabupaten Gorontalo yang menjadi tuan rumah utama pelaksanaan PENAS XVII juga memiliki sederet destinasi wisata menarik.

Salah satunya adalah Pantai Biluhu. Pantai ini dikenal dengan hamparan pasir yang bersih serta air laut yang jernih. Suasana tenang menjadikannya tempat yang cocok bagi peserta PENAS yang ingin melepas penat setelah mengikuti berbagai kegiatan.

Sementara itu, Menara Pakaya menawarkan sensasi menikmati panorama dari ketinggian. Dari menara ini, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan alam yang membentang luas.

Destinasi lainnya yang sarat sejarah adalah Museum Pendaratan Soekarno. Museum tersebut menyimpan berbagai catatan sejarah terkait keberadaan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, ketika berada di Gorontalo.

Bagi pencinta seni dan budaya, Taman Budaya Limboto dapat menjadi pilihan. Tempat ini menjadi pusat berbagai aktivitas kesenian dan kebudayaan masyarakat setempat.

Ada pula wisata menyapa hiu paus dan berbagai wisata lainnya yang sayang dilewatkan..klik selanjutnya.. 

 

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018