Wednesday, 26 February 2020


Inilah Budidaya Cacing Sutera Sistem Apartment

29 Jan 2020, 14:18 WIBEditor : Indarto

budidaya cacing sutera sistem apartment | Sumber Foto:Humas Ditjen Perikanan Budidaya

Kebutuhan cacing sutera terus meningkat di kalangan para pembenih ikan air tawar. Cacing sutera, masih menjadi pakan alami yang paling efektif bagi benih ikan air tawar.

TABLOIDSINARTANI.COM, Palembang---Selama ini masyarakat sudah banyak yang mengetahui cara budidaya cacing sutera secara konvensional. Kini, sudah ada inovasi budidaya cacing sutera  sistem apartment yang lebih efisien lahan dengan produksi lebih banyak.

Inovasi teknologi budidaya cacing sutera sistem apartment yang dikembangkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi bisa diaplikasi masyarakat. Inovasi budidaya cacing sutera (Tubifex) dengan sistem apartment ini terbukti lebih efisien, dan suplai cacing suteranya dapat disediakan sepanjang tahun.

Inovasi teknologi yang diluncurkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertepatan dengan pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Perikanan Budidaya di Palembang, Rabu (29/1) bisa menjadi alternatif masyarakat. Budidaya cacing sutera sistem apartment ini juga menjadi salah satu jawaban atas permasalahan penyediaan pakan alami cacing sutera yang secara umum masih tergantung dari hasil tangkapan alam.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, kebutuhan cacing sutera terus meningkat di kalangan para pembenih ikan air tawar. Cacing sutera, masih menjadi pakan alami yang paling efektif bagi benih ikan air tawar.

“Sebab, kandungan nutrisi cacing sutera sangat tinggi. Khususnya, untuk proteinnya berkisar 57 persen – 60 persen,” ujar Slamet, di Palembang, Rabu, (29/1).

Slamet mengatakan, dengan inovasi teknologi ini, maka ketersediaan  cacing sutera sepanjang tahun menjadi keniscayaan. Pasalnya, hingga saat ini, pembenih masih menjadikan pakan alami ini sebagai andalan.

“Sementara kebutuhannya masih tergantung dari alam. Saya rasa  inovasi sistem apartment ini menjadi solusi untuk menjamin suplai cacing sutera sesuai kebutuhan dan tersedia sepanjang tahun,” kata Slamet. 

Menurut Slamet, budidaya cacing sutera sistem apartment ini harganya juga terjangkau oleh para pembenih. “Setelah launching ini, nanti akan kita siapkan bagaimana action plan- nya agar dalam setahun ini, inovasi ini bisa cepat memasyarakat di sentra-sentra perbenihan air tawar di Indonesia,” papar Slamet.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPBAT Sukabumi, Supriyadi mengatakan, sistem apartment memiliki berbagai keunggulan dibanding konvensional. Diantara keunggulan budidaya cacing sutera sistem apartment ini diantaranya : 1). lahan yang digunakan lebih efisien karena wadah budidaya yang dibuat vertikal. 2).  Suplai cacing sutera dapat disediakan sesuai kebutuhan dan sepanjang tahun. 3). Kualitas cacing sutera yang dihasilkan lebih baik karena lebih bersih dari kontaminan cemaran di alam. 4). Produktivitasnya lebih tinggi dibanding konvensional.

“Apabila sistem konvensional produktivitas hanya 0,5 liter per meter persegi/bulan, maka produktivitas sistem apartment minimal 1,2 liter per meter persegi/ bulan. Disamping itu, sistem ini menjadi alternatif usaha yang menjanjikan bagi masyarakat,” tutur Supriyadi.

Supriyadi juga mengatakan, saat ini balai akan mulai membuat beberapa percontohan di beberapa daerah. “Hal ini kami maksudkan sebagai upaya memperkenalkan inovasi ini di kalangan masyarakat, sehingga ke depan akan mampu diadopsi secara massal, khususnya di sentra-sentra perbenihan,” pungkasnya.

 

 

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018