Tuesday, 14 July 2020


Berlanjut, Ekspor Kerapu Hidup dari Anambas ke Hongkong

26 Jun 2020, 11:42 WIBEditor : Indarto

Komoditas kerapu | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Sebelumnya selama masa pandemi ini sudah ekspor sebanyak 28 ton, dan minggu kemarin (21/6) kembali ekspor ke Hongkong melalui jalur laut dari Pelabuhan Tarempa sebanyak 8,56 ton yang nilainya setara dengan Rp 720 juta.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Anambas---Geliat ekspor kerapu di  Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau selama masa pandemi covid-19 terus berlanjut. Tercatat, dari Mei -Juni 2020 pembudidaya kerapu di Anambas sudah tiga kali melakukan ekspor ke Hongkong.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, sebelumnya selama masa pandemi ini sudah ekspor  sebanyak 28 ton, dan minggu kemarin (21/6) kembali ekspor ke Hongkong melalui jalur laut dari Pelabuhan Tarempa sebanyak 8,56 ton yang nilainya setara dengan Rp 720 juta.

Bongkar muat ekspor yang dilakukan eksportir PT Trimina Dinasti Agung dengan menerapkan protokol covid-19 secara ketat. Ekspor kerapu ke Hongkong menggunakan dua kapal angkut berbendera Hongkong yakni MV.  Cheung Chun Wah dan Chan Lai Kuen.

" Dengan berbekal beberapa ijin yang diperlukan, kedua kapal tersebut dikatakan sudah memenuhi prosedur yang dipersyaratkan untuk mengangkut ikan kerapu hidup hasil budidaya. Jenis ikan kerapu yang diangkut antara lain kerapu macan, kerapu lumpur dan kerapu sunu," kata Slamet, di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut Slamet, kerapu yang diekspor tersebut diperoleh dari hasil budidaya yang
tersebar di beberapa kecamatan. Diantaranya dari  Kecamatan Siantan Tengah, Siantan Timur dan Palmatak.

"  Kecamatan tersebut merupakan kawasan di Anambas dengan pemandangan kegiatan budidaya ikan kerapu," ujarnya.

Kepulauan Anambas yang memiliki akses pasar berdekatan dengan negara tujuan ekspor Hongkong  secara geografis sangat strategis. Tak heran apabila kerapu hidup asal Anambas sudah terkenal di pasar ekspor.

" Melalui aktivitas ekspor inilah  ekonomi pembudidaya Anambas terdongkrak," ujarnya.

Slamet mengatakan, kinerja ekspor kerapu selama pandemi covid 19 mulai berjalan normal, yang pada akhirnya akan memicu  usaha budidaya kerapu yang dilakukan masyarakat mulai dari perbenihan hingga pembesaran. Kondisi ini akan berpeluang dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir.

" Dengan meningkatnya kinerja ekspor, akan menaikkan devisa negara. Mari kita saling koordinasi dan bersinergi dalam mengembangkan budidaya laut agar aktivitas ekspor ikan kerapu hidup bisa terus berjalan dengan lancar," kata Slamet.

Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi mengatakan,  pemerintah daerah telah berperan dalam upaya pemberdayaan pembudidaya melalui kelompok pembudidaya. Pemerintah daerah juga membina dari sisi kelembagaan dan teknis serta memberikan beberapa bantuan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan usaha budidaya laut melalui bantuan benih ikan bermutu dan sarana produksi budidaya.

" Aktivitas ekspor kerapu  hidup hasil budidaya sudah berjalan seperti biasa sehingga dapat membantu pembudidaya di Anambas. Ekspor kerapu  tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk menerapkan Protokol Kesehatan," jelasnya 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018