Sunday, 09 August 2020


Transformasi Pengelolaan Perikanan Budidaya Berkelanjutan

27 Jul 2020, 12:20 WIBEditor : Indarto

Tambak udang | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Inovasi digital dalam bentuk startup bidang perikanan telah berjalan sebagai bentuk implementasi penerapan teknologi. Diharapkan, aplikasi teknologi ini terus berkembang dari segi pemanfaatan dan ditingkatkan di berbagai level.

 



TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta –Inovasi teknologi tak sekadar mendorong perikanan budidaya untuk meningkatkan produksi. Melalui inovasi teknologi, sektor perikanan budidaya pun mengalami perubahan paradigma dari yang sebelumnya hanya berkutat dalam peningkatan produksi, saat ini telah bertransformasi menuju pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB-KKP), Slamet Soebjakto mengatakan, perikanan budidaya memiliki peran yang sangat strategis di tengah masyarakat.  Diantaranya, sebagai penyedia lapangan pekerjaan, peningkat kesejahteraan, dan penjaga ketahanan pangan serta sebagai elemen peningkatan nilai ekspor.

“Guna memaksimalkan peran perikanan budidaya tersebut, dibutuhkan SDM unggul terutama dari kalangan anak muda untuk dapat menerapkan teknologi di seluruh proses budidaya mulai dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari penyiapan induk unggul dan benih sampai pada pemasaran hasil produksi budidaya” kata Slamet, saat menjadi keynote speaker dalam Webinar bertajuk “Sustainable Aquaculture Business in Time of Crisis”, di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Slamet, inovasi digital dalam bentuk startup bidang perikanan telah berjalan sebagai bentuk implementasi penerapan teknologi. Diharapkan, aplikasi teknologi  ini terus berkembang dari segi pemanfaatan dan ditingkatkan di berbagai level.

Inovasi digital dalam bisnis perikanan merupakan salah satu solusi dalam mengefisiensikan rantai pasok ikan. " Dengan aplikasi teknologi tersebut,
akan berimbas pada harga ikan yang lebih terjangkau bagi konsumen serta keuntungan yang lebih besar lebih bagi pelaku usaha budidaya” papar  Slamet.

Menurut Slamet,  pemanfaatan teknologi dalam industri akuakultur  akan menarik minat lebih banyak anak muda untuk bergelut dalam bidang usaha ini.  Salah satunya berupa program tambak udang khusus milenial

Tambak udang milenial ini akan menyasar pada anak-anak muda (milenial). "Kami akan bangun klaster khusus untuk melibatkan dan mendidik tenaga muda agar di masa depan mereka dapat terjun langsung ke masyarakat untuk menjamin keberlangsungan program budidaya udang berkelanjutan” kata Slamet.

Melalui berbagai inovasi teknologi ini diharapkan usaha budidaya yang dilakukan masyarakat  dapat berkelanjutan bukan hanya dari aspek lingkungan. Namun,  dapat berkelanjutan pada usahanya.

Nah, untuk memastikan keberlanjutan tersebut, beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha budidaya. Diantaranya,  daya dukung lingkungan, pembangunan model kawasan, dan optimalisasi sarana dan prasarana. Serta,  keterlibatan seluruh stakeholder dan masyarakat sekitar untuk peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Sementara itu, CEO Minapoli, Rully Setya Purnama mengatakan, sebagai pemilik platform jaringan informasi dan bisnis perikanan online dan terintegrasi,  siap mendukung KKP dalam menjaring lebih banyak anak muda untuk dapat terjun sebagai wirausaha di bidang perikanan, khususnya perikanan budidaya.

“Kami siap membantu mencarikan solusi untuk inovasi yang dibutuhkan oleh industri akuakultur tanah air agar keberlanjutan usaha dapat terwujud," pungkasnya. 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018