Friday, 18 June 2021


KKP Targetkan Bangun 1.000 Ha Tambak Udang di Buol

28 Sep 2020, 11:23 WIBEditor : Indarto

Pembangunan tambak | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Hasil identifikasi yang dilakukan tim setidaknya ada sekitar 6.000 ha lahan yang potensial efektif untuk pengembangan budidaya udang.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Buol--- Budidaya udang menjadi tumpuan ekspor sepanjang tahun ini. Karena itu,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)  menargetkan membangun 1.000 hektar (ha) lahan untuk pengembangan klaster tambak udang berkelanjutan di Kabupaten Buol - Provinsi Sulawesi Tengah.

Guna mempercepat realisasi tersebut, sebagai tahap awal , dalam jangka pendek KKP sedang membangun percontohan kluster tambak udang berkelanjutan seluas 5 ha.  Diharapkan, Buol bisa menjadi model untuk pengembangan integrated shrimp farming.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto mengatakan, hasil identifikasi yang dilakukan tim setidaknya ada sekitar 6.000 ha lahan yang potensial efektif untuk pengembangan budidaya udang. Namun, dalam jangka waktu dekat, paling tidak 5 (lima) tahun ke depan bisa merealisasikan minimal 1.000 ha  untuk awal pengembangan industri budidaya udang berkelanjutan di Buol ini.

“ Tahun ini ada percontohan seluas 5 hektar, tujuannya untuk menstimulus investasi masuk", ujar  Slamet, di Buol, Senin (28/9).

Slamet mengatakan, saat ini setidaknya sudah ada dua investor yang berminat untuk masuk, termasuk dalam bidang perbenihan udang. Keterlibatan private sector dalam program ini diharapkan akan mempercepat realisasi industri budidaya udang dan Buol bisa jadi sentralnya untuk kawasan Indonesia Timur.

Menurut Slamet, pengembangan budidaya udang tak hanya skala industri, tapi juga  pengembangan tambak rakyat. Sebab, tambak rakyat penting dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Tambak rakyat akan jadi fokus kita. Teknologi kita kenalkan, sehingga produktivitas bisa didorong, dengan demikian nilai tambah ekonomi bisa optimal. Masalah pembiayaan, nanti masyarakat bisa mengakses skema pembiayaan mikro baik yang KKP sediakan melalui BLU- LPMUKP maupun pendanaan KUR,” kata Slamet

Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya, Kemenkomarves, Rahmat Mulyanda, mengatakan, pemerintah menargetkan peningkatan  ekspor sebesar 250 persen pada tahun 2024. Target ini salah satunya akan dicapai melalui upaya optimalisasi produktvitas lahan dalam lima tahun mendatang yakni melalui sentuhan teknologi, manajemen dan kelembagaan yang tepat.

"Secara peringkat, posisi Indonesia sebagai eksportir udang belum menggembirakan, oleh karena itu upaya menggenjot pengembangan industri budidaya udang berbasis kawasan jadi sangat penting,” ujarnya.

Rahmat mengatakan, pemerintah telah membentuk Kelompok Kerja ( POKJA) Percepatan Peningkatan Produksi Udang Nasional. Pokja tersebut melibatkan seluruh lintas sektor terkait dan memiliki fokus dan tanggungjawab dalam mengakselerasi percepatan pengembangan industri budidaya udang nasional. Adapun langkah strategis yang akan didorong diantaranya menjamin fasilitasi input produksi yang efisien; peningkatan kawasan; manajemen operasional yang efektif; investasi; dan pemasaran.

 

 

 

Reporter : Dimas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018