Saturday, 19 September 2020


Sub Sektor Perikanan Budidaya Penopang Lumbung Ikan Nasional

03 Sep 2020, 12:20 WIBEditor : Indarto

Komoditas perikanan budidaya | Sumber Foto:Dok. Humas DJPB

Perikanan budidaya harus jadi ujung tombak bagaimana menjamin suplai ikan nasional yakni melalui program LIN.

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta—Guna mewujudkan lumbung ikan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak hanya fokus mengembangkan potensi sub sektor perikanan tangkap saja. KKP pun mulai menyiapkan sub sektor perikanan budidaya untuk jadi penopang program lumbung ikan nasional (LIN) di Provinsi Maluku. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus pada pengembangan budidaya di Maluku. Hal ini dilakukan  sebagai bentuk komitmen KKP merealisasikan LIN.

 "Saya memastikan perikanan budidaya harus jadi ujung tombak bagaimana menjamin suplai ikan nasional yakni melalui program LIN ini," ujar Slamet,di Jakarta, Kamis (3/9).

 Menurut Slamet, melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, KKP telah siap mendukung dari sisi inovasi teknologi, pengembangan varian komoditas dan pendampingan teknologinya. Maluku cukup strategis dari sisi geografis dan bisa menjadi HUB bagi daerah lain yang merupakan basis sumber daya ikan, termasuk hasil budidaya.

 "Kita bisa saksikan berbagai keberhasilan inovasi teknologi BPBL dalam memproduksi komoditas unggulan. Saya kira, nanti bisa kolaborasi dengan daerah bagaimana komoditas ini bisa dikembangkan secara masal di masyarakat guna mendukung LIN Maluku,” kata Slamet.

 Hal senada diungkapkan, Kepala BPBL Ambon, Nur Muchjianto. Menurut Nur Muchjianto,  pihaknya siap melakukan diseminasi ke masyarakat atas sejumlah inovasi yang dihasilkan. Komoditas tersebut antara lain, ikan bubara, ikan hias, kerapu, rumput laut, kakap putih dan jenis unggulan lainnya. 

 " Komoditas perikanan budidaya inilah yang akan terus kita dorong agar berkembang juga di masyarakat,” ujar Anto.

 Dikatakan, kapasitas produksi BPBL Ambon bisa mencapai 3.000.000 ekor benih per tahun.  Seperti diketahui, BPBL Ambon telah mampu melakukan pembenihan Ikan Bubara/Giant Travelly (GT) secara massal dan yang pertama di Indonesia yakni dengan kapasitas produksi benih ikan bubara saat ini mencapai 75.000 ekor/tahun. 

 BPBL Ambon juga berhasil memproduksi 25 varian ikan hias Clownfish. Nah, jenis ikan hias ini merupakan salah satu komoditas andalan ekspor ikan hias laut yang memiliki harga jual yang tinggi. Komoditas lainnya yakni ikan Kakap Putih, dengan kapasitas produksi 2,5 juta ekor benih per tahun. Saat ini tengah dilakukan perekayasaan untuk pengembanganya di air tawar.

 "Kita juga telah berhasil kembangkan sistem RAS untuk memproduksi massal benih ikan, utamanya ikan hias clown fish," pungkasnya.

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018