Monday, 19 October 2020


Petugas Amankan 2 Kapal Asing di Samudera Pasifik

07 Oct 2020, 14:40 WIBEditor : Indarto

Kapal pencuri ikan | Sumber Foto:Dok. Humas PSDKP

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Kapal asing pelaku illegal fishing yang masuk ke perairan Indonesia kembali diamankan petugas. Kali ini, petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dua kapal Filipina bersama 21 awaknya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, penangkapan dua kapal Filipina bernomor lambung VMC-188 dan LB VIENT-21 merupakan hasil operasi Kapal Pengawas Orca 04 pada Kamis 1 Oktober 2020 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 Samudera Pasifik. 

"Satu kapalnya ukuran besar 105,90 GT menggunakan alat purse seine. Satunya lagi ukuran 20,62 GT, jenis kapal lampu,"  kata  Menteri Edhy dalam konferensi pers yang digelar secara daring dari Jakarta,  Rabu (7/10).

Menurut Menteri Edhy, penangkapan kapal asing di perairan Samudera Pasifik merupakan pertama kalinya  di era kepemimpinannya. Ditangkapnya kapal asing di Samudera Pasifik menunjukkan bahwa modus operadi dan pergerakan kapal illegal-fishing sangat dinamis. Bahkan, di masa pandemi covid 19, pencurian ikan tetap berlangsung.   

"Kita jaga di Laut Sulawesi, mereka bergerak ke arah Samudera Pasifik. Alhamdulillahnya pergerakan ini terdeteksi dengan baik oleh aparat kami dari Ditjen PSDKP. Kesigapan tim di lapangan patut diapresiasi," paparnya.

Kendati KKP mengalami keterbatasan armada kapal pengawas, Edhy memastikan pengawasan tetap dilakukan semaksimal mungkin. Nah, dengan penangkapan ini, ke depan  akan semakin diintensifkan di wilayah perairan lainnya termasuk WPP 718, Laut Arafura.

Data KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP)  menyebutkan, hingga kini berhasil menangkap 74 kapal illegal-fishing. Dari jumlah itu, 56 di antaranya merupakan kapal ikan asing  dan sisanya kapal ikan Indonesia. Kapal ikan berbendera asing yang berhasil ditangkap terdiri dari 27 KIA Vietnam, 16 Filipina, 13 Malaysia, dan 1 Taiwan.

Dari seluruh kapal illegal-fishing yang berhasil ditangkap,  17 di antaranya telah diputus pengadilan (inkracht), dan  satu kapal ditengggelamkan karena berusaha kabur saat ditangkap. Kemudian, 15 kapal diberikan sanksi administrasi dan sisanya masih menjalani proses hukum di kejaksaan dan persidangan.

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018