Monday, 19 October 2020


Gerpari, Dorong Budidaya Gunakan Pakan Mandiri

12 Oct 2020, 11:38 WIBEditor : Indarto

Pakan Mandiri | Sumber Foto:Dok. Indarto

Pakan mandiri harganya terjangkau dengan kualitas yang kompetitif bila dibandingkan dengan pakan pabrikan. Pakan mandiri ini dibuat melalui penerapan prinsip-prinsip Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta--- Pakan menjadi bagian penting dalam proses budidaya ikan. Ketersediaan pakan ikan berkualitas dengan harga murah menjadi dambaan pembudidaya ikan. Melalui  Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari), Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pembudidaya ikan untuk mengembangkan pakan mandiri berbahan baku lokal.

 

Gerpari yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi pembiayaan pakan dalam usaha budidaya ikan, saat ini sudah banyak dikembangkan sejumlah kelompok pembuat pakan di sejumlah daerah. Berkat pakan mandiri banyak membantu pembudidaya ikan skala kecil.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, pakan mandiri sangat membantu pembudidaya ikan, khususnya pembudidaya skala kecil di Indonesia karena biaya untuk pembelian pakan cukup tinggi yaitu 60- 70 persen dari biaya produksi. Kehadiran pakan mandiri bagi pembudidaya ikan memberikan efek positif karena menambah keuntungan pembudidaya hingga 2 – 3 kali lipatnya.

 

“Penggunaan pakan mandiri ini mampu menekan biaya produksi budidaya minimal 30 persen,” ujar Slamet, di Jakarta, Senin (12/10).

 

Menurut Slamet, pakan mandiri harganya terjangkau dengan kualitas yang kompetitif bila dibandingkan dengan pakan pabrikan. Pakan mandiri ini dibuat melalui penerapan prinsip-prinsip Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).

 

“Hasil pakan mandiri dipercaya masyarakat dan terus semakin berkembang di tengah-tengah pembudidaya ikan di Indonesia,” ujarnya.

 

Dikatakan, apabila harga pakan ikan murah dan kualitasnya bagus, maka pembudidaya semakin berdaya dan ekonomi mereka semakin meningkat pula. Dengan begitu, akan meningkatkan animo pembudidaya untuk menggunakan pakan mandiri.

 

Agar penggunaan pakan mandiri berkembang di masyarakat, lanjut Slamet, KKP

Akan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pakan mandiri,  seperti bantuan mesin penepung kapasitas 100-200 kg/jam dan mesin pencetak tenggelam dengan kapasitas 100-200 kg/jam. Ada juga bantuan mesin pencetak apung dengan kapasitas 50-100 kg/jam dan bahan baku pakan.

 

“Bantuan itu, kita berikan agar kelompok pembudidaya ikan mampu untuk memproduksi pakan secara mandiri.” Kata Slamet.

 

Menurut Slamet, pada tahun 2019, penyaluran bantuan mesin dan bahan baku pakan sudah terdistribusi sebanyak 55 paket yang tersebar di 20 Provinsi dan 42 Kabupaten/Kota.

 

Selain bantuan, pihaknya juga meningkatkan kapasitas mesin pakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. “Kita tingkatkan kapasitas produksi unit produksi pakan mandiri di 10 UPT dari 150 – 300 kg/jam menjadi 500 – 1000 kg/jam melalui penambahan line produksi atau penggantian mesin secara keseluruhan”, kata Slamet.

 

Langkah selanjutnya adalah, pengembangan formulasi pakan ikan berbahan baku lokal. Bahan baku pakan berbasis lokal yaitu bahan baku pakan yang tidak bersaing dengan peruntukan industri lain. Pakan tersebut tersedia sepanjang tahun serta kandungan gizinya yang baik.

 

“ Saat ini KKP tengah mengembangkan pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal, yaitu melalui budidaya maggot (belatung) dari hewan serangga lalat hitam Black Soldier Fly (Hermetia illucens), dengan memanfaatkan sampah limbah organik sebagai media tumbuh maggot,” papar Slamet.

 

Kegiatan percontohan budidaya magot di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Sedangkan percontohan budidaya magot di masyarakat dilaksanakan di Den maggot Farming yang berlokasi di Desa Gunung Sindur Kecamatan Parung,  Kabupaten Bogor.

 

Slamet  juga mengatakan, pihaknya juga melakukan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri berbasis bahan baku lokal. Melalui UPT Ditjen Perikanan Budidaya terus dilakukan pendampingan bagi kelompok penerima program Gerpari,  yaitu melalui pembelajaran cara pembuatan pakan ikan yang baik mulai dari pengolahan bahan baku, memformulasikan pakan, pembuatan pakan hingga cara pengemasan dan penyimpanan pakan.

 

“ Kami juga memberikan bantuan pakan ikan mandiri yang diproduksi UPT. KKP sangat serius dalam menjalankan tanggung jawab memproduksi pakan ikan mandiri berkualitas untuk dapat didistribusikan kepada kelompok pembudidaya ikan,” kata Slamet.

 

Sepanjang tahun 2020, KKP mencatat total produksi pakan mandiri kurang lebih sebesar 819,82 ton. Produksi pakan mandiri tersebut telah disalurkan dalam bentuk bantuan pakan mandiri hingga bulan Oktober sebanyak 698,52 ton. Bantuan ini diberikan kepada 554 kelompok pembudidaya ikan di 20 provinsi dan 97 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

 

 

 

 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018