Wednesday, 01 December 2021


Praktisi dan Akademisi Susun Road Map Makan Ikan

09 Nov 2021, 12:55 WIBEditor : Yulianto

Rektor IPB Arif Satria saat membuka FINA 2021 | Sumber Foto:Dok. Fina 2021

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Konsumsi ikan masyarakat Indonesia terbilang masih sangat rendah. Pada tahun 2020 hanya sebesar 56,39 kg/kapita. Guna meningkatkan konsumsi ikan, akademisi dan praktisi akan menyusun Road Map Makan Ikan.

Road Map tersebut berisi usulan rencana strategis untuk meningkatkan konsumsi ikan hingga 2045, bertepatan dengan Indonesia Emas atau 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Road Map disusun tim ahli gabungan akademisi dan praktisi yang dipimpin Prof. Dr. Uju, MSi, Guru Besar FPIK IPB University. Road Map ini akan diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan pada puncak FINA 2021 pada 25 November 2021.

Festival Ikan Nusantara (FINA) 2021 merupakan gelaran Himpunan Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (HAC IPB). Tujuannya mengajak masyarakat Indonesia meningkatkan produksi dan konsumsi ikan sekaligus memperingati Hari Ikan Nasional yang jatuh setiap 21 November.

Untuk memasyarakatkan budaya makan ikan, Fredinan Yulianda, Dekan FPIK IPB University menjelaskan, perlu upaya untuk memenuhi kebutuhan ikan segar, ikan bermutu, mudah diperoleh, dan dengan harga yang terjangkau. Karena itu, diperlukan dukungan semua stakeholder terkait mewujudkan hal tersebut.

“Mari kita bangun budaya makan ikan, budaya penyedia ikan, budaya menciptakan mutu ikan, dan budaya melahirkan insan-insan yang sehat dan cerdas melalui Festival Ikan Nusantara tahun 2021. Hari ini akan mencatat momentum itu untuk membangkitkan raksasa ikan yang selama ini tertidur,” katanya.

Sementara, Rektor IPB, Arif Satria menguraikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sangat ditentukan pola konsumsi. Karena itu dirinya mengajak terus meningkatkan konsumsi ikan per kapita agar kualitas SDM Indonesia benar-benar unggul, memiliki kecerdasan dan skil yang diperlukan untuk merespon masa depan.

“Sangat penting memikirkan jangka panjang SDM Indonesia. Kita berada dalam satu kondisi di mana ada mega disruption, climate change, revolusi industri 4.0, dan pandemi Covid-19. Karena itu, kita harus menciptakan SDM yang benar-benar bisa merespon itu sebagai seorang pembelajar yang cepat, lincah dan andal,” katanya.

Dengan fokus pada konsumsi makanan bergizi, khususnya ikan, Arif mengulas, dapat membantu meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang unggul. Bahkan, kita dituntut bisa terus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan. Sumber daya ikan indonesia sangat beragam dan kaya.

Karena itu, sangat penting sekali dikelola dengan lestari menggunakan prinsip-prinsip berkelanjutan dan bersifat inklusif. Artinya membuka akses bagi masyarakat untuk mengelola. “Kunci peningkatan konsumsi ikan per kapita bagaimana kita bisa meningkatkan dan menyediakan persediaan ikan untuk dikonsumsi,” ucapnya.

Dikatakan, industri pengolahan juga berperan andil menyajikan ikan dalam aneka bentuk yang sehat, cepat saji, dan nyaman untuk konsumen. “Kita tidak perlu mempertenangkan produk ikan beku, fresh (segar), atau olahan. Semua penting untuk dikonsumsi. Tugas kita bagaimana menyediakan ikan-ikan dalam bentuk hidup, segar, beku, asin, kaleng, dan aneka proses lainnya,” terang Arif. 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018