Monday, 06 December 2021


FINA 2021 Diharapkan Dongkrak Konsumsi Ikan

09 Nov 2021, 13:06 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Artati Widiarti saat pembukaan FINA 2021 | Sumber Foto:Dok. FINA 2021

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Pemerintah terus mendorong peningkatan konsumsi ikan. Jika tahun 2020 baru sebesar 56,39 kg/kapita, maka tahun ini ditargetkan menjadi 58,08 kg/kapita dan tahun 2024 sebesar 62,05 kg/kapita dengan rata-rata tingkat pertumbuhan sebesar 2,43 persen per tahun.

Demikian diungkapkan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Artati Widiarti saat pembukaan FINA 2021 secara online, Selasa (9/11). Sejak 2004 KKP telah melaksanakan Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sekaligus menguatkan pasar domestik hasil perikanan Indonesia.  

Dalam perkembangannya, program Gemarikan menjadi lebih intensif dengan diadopsinya pada program prioritas lainnya, seperti Program Percepatan Penurunan Stunting, Program Penanganan Darurat Bencana, dan Program Penanganan Dampak COVID-19 serta Program Peningkatan Imunitas dalam rangka menghadapi Covid-19.

Artati mengatakan, potensi lestari sumber daya ikan nasional sebesar 12,54 juta ton/tahun dari perikanan umum dan laut, belum termasuk perikanan budidaya. “Kelimpahan sumber daya ikan ini dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional,” ujarnya.

Namun demikian, Artati mengingatkan, penerapan prinsip-prinsip blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Untuk mewujudkan hal tersebut, KKP memiliki 3 program terobosan yang bermuara pada keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan nasional.

Pertama, perikanan tangkap terukur dalam rangka peningkatan PNBP dan kesejahteraan nelayan. Kedua, perikanan budidaya berbasis riset untuk peningkatan ekspor. Ketiga, pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

Pada kesempatan ini, Dirjen juga memberikan apresiasi atas dukungan HAC IPB dalam program peningkatan konsumsi ikan. “Saya menyampaikan apreasiasi terhadap upaya dari para akademisi, khususnya Himpunan Alumni FPIK Institut Pertanian Bogor (HAC IPB) yang telah mendukung peningkatan konsumsi ikan melalui promosi UMKM perikanan, kampanye makan ikan, dan edukasi pada Festival Ikan Nusantara. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua,” katanya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018