Monday, 06 December 2021


Rustam Litta, bikin Ikan Cupang Cantik dengan Daun Ketapang

18 Nov 2021, 09:32 WIBEditor : Yulianto

Rustam pembudidaya ikan | Sumber Foto:Suriady

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap---Meski ikan cupang (Betta sp) sudah digemari sejak dulu, namun sejak masa pandemi Covid-19, peminat ikan cupang ini semakin meningkat. Berbagai cara dalam merawat pun dilakukan pecinta ikan cupang kesayangannya menjadi lebih eksotis dan tentunya lebih sehat.

Salah satu cara merawat ikan cupang yang cukup menarik perhatian yaitu pemberian daun ketapang. Salah satu pembudidaya ikan cupang Rustam Litta (40) yang telah mulai membudidayakan  ikan cupang sejak tahun 2015. Awalnya Rustam hanya memelihara ikan cupang 20 ekor  dengan jenis Avatar, Koi Galaxy, plakat dan almon.

Saat ditemui koresponden tabloidsinartani.com mengatakan, daun ketapang dapat mengontrol pH air dan memberikan asupan nutrisi yang baik bagi ikan cupang. Selain itu, mampu membuat warna tubuh ikan cupang menjadi lebih cerah. Dibanding menggunakan bahan kimia dan daun ketapang ini lebih alami.

Rustam memberikan tips memanfaatkan daun ketapang untuk cupang. Caranya, daun ketapang yang telah mengering dimasukkan ke dalam air dan dibiarkan hingga membusuk. Daun yang membusuk akan mengubah warna air menjadi kecoklatan. Perubahan warna tersebut menandakan bahwa daun ketapang melepaskan zat asam bernama tanin," katanya.

Tanin tersebut berfungsi untuk menurunkan pH air dan menjadi anti jamur dan bakteri. Tanin akan membantu mengobati ikan cupang secara alami yang mengalami pembusukan sirip, berjamur pada mata, dan bagian tubuh lainnya yang diserang bakteri. Perubahan warna air juga berkhasiat mengurangi stres pada ikan karena ikan merasa berada di dalam habitatnya," ungkapnya.

Rustam berbagi pengalaman dalam penggunaan daun ketapang dalam budidaya ikan cupang miliknya. Daun ketapang itu mengandung senyawa alkaloid dan flavonoid. Senyawa flavonoid mampu memberikan efek antioksidan, anti tumor, anti radang, anti bakteri dan anti virus, sedangkan alkaloid dapat menghambat pertumbuhan mikroba pada ikan.

Banyaknya daun ketapang yang digunakan sebenarnya menyesuaikan seberapa besar ukuran akuarium dan seberapa banyak volume air pada akuarium. Namun umumnya penggemar ikan cupang hanya menggunakan dua lembar daun ketapang saja dengan ukuran kira-kira 15-25 cm.

Sebelum memasukkannya ke dalam akuarium, Rustam mengingatkan, bersihkan daun ketapang dengan air yang mengalir. Jika tidak ingin daun ketapang yang mengambang bisa memotongnya lebih kecil atau dengan mengikatnya dengan batu.

“Dua daun ketapang tersebut cukup untuk satu akuarium dengan volume air 15-50 liter. Setiap dua atau tiga minggu sekali, ganti daun ketapang yang baru agar kondisi pH air dan kesehatan ikan cupang lebih terjaga," ungkapnya.

Rustam mengingatkan, selain mengganti daun ketapang, air pada akuarium juga sebaiknya diganti. Pergantian air dapat membantu menstabilkan pH atau meningkatkan pH. Normalnya pergantian air dilakukan dua minggu sekali. Namun akan lebih baik lagi jika bisa dilakukan seminggu sekali.

Dalam merawat ikan, menurut Rustam, kisaran pH menjadi parameter kualitas air yang wajib dijaga. Pada dasarnya pH (Potential Hydrogen) adalah penentu air bersifat basa atau asam. Ukuran pH dimulai dari 0 hingga 14, dengan indikator semakin rendah akn bersifat asam dan semakin tinggi bersifat basa.

Selain membudidayakan ikan cupang Rustam Litta juga menjual air daun ketapang dengan harga Rp 10.000 untuk botol ukuran  500 ml dan Rp 20.000 untuk botol ukuran 1500 ml. Biasanya pembeli berasal dari Enrekang, Pinrang, Wajo, dan Soppeng. “Untuk pakan yang saya diberikan berupa pakan alami seperti kutir dan jentik nyamuk,” katanya.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018