Saturday, 29 January 2022


Bawal Sakti, Primadona Komoditas Budidaya Laut Kepulauan Riau

06 Dec 2021, 12:25 WIBEditor : Yulianto

Panen bawal hybrid di BPBL Batam | Sumber Foto:Humas KKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Perikanan Budidya Laut (BPBL) Batam berhasil memproduksi benih ikan Bawal Hybrid secara massal. 

Bawal Hybrid ini merupakan hasil perkawinan silang (cross breeding) antara induk betina Bawal Emas dengan induk jantan Bawal Bintang. Hingga kini, BPBL Batam telah berhasil memiliki induk produktif Bawal Emas sebanyak 60 ekor. Sedangkan untuk calon induknya terdiri dari calon induk ukuran 800 gram sebanyak 55 ekor,  serta calon induk ukuran 200 gram sebanyak 1.000 ekor. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu mengatakan, untuk mewujudkan produksi perikanan budidaya laut, KKP telah melakukan berbagai macam terobosan. Salah satunya adalah pengembangan benih ikan Bawal Hybrid, sekaligus terus memproduksi kedua parent stock induk/calon induk Bawal Hybrid, yaitu  Bawal Emas dan Bawal Bintang.

"Saya memberikan apresiasi sekaligus bangga dengan keberhasilan BPBL  Batam yang telah berhasil memproduksi benih Bawal Hybrid serta Bawal Emas yang notabene sebagai ikan yang sulit dipijahkan,” kata Tb Haeru, yang akrab disapa Tebe,  di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Tebe, Keberhasilan tersebut diharapkan mampu mendukung galur murni Bawal Emas dan Bawal Bintang agar terjaga kemurniannya. Keberhasilan yang dikembangkan BPBL Batam membuktikan bahwa saat ini status pengembangan teknologi perbenihan untuk memproduksi benih unggul kian dinamis.

Tebe mengatakan peluang pasar ikan bawal,  seperti ikan Bawal Bintang dan Bawal Emas cukup besar. Bahkan, Bawal Emas mempunyai potensi di pasar ekspor. Lantaran pasarnya besar, maka usaha budidaya ikan bawal masih terbuka untuk berbagai skala usaha.

“Sekali lagi  inovasi teknologi ini merupakan inovasi besar, karena Bawal Hybrid ini informasinya  mempunyai keunggulan pada ketebalan daging, pertumbuhannya yang lebih cepat, serta tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pastinya, budidaya ikan Bawal Hybrd sangat membantu  pembudidaya dalam hal biaya produksi dan pendapatannya. Diharapkan budidaya ikan Bawal Hybrid  ke depannya dapat menyebar di luar wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sehingga percepatan nilai produksi ikan laut meningkat signifikan.

Dalam pengembangan komoditas perikanan budidaya baik yang berorientasi ekspor maupun pasar domestik, dilakukan melalui pendekatan blue economy,  terdapat tiga komponen. Seperti apa? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Ditjen Perikanan Budidaya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018