Monday, 24 January 2022


Lebih Murah, Budidaya Udang Vaname dengan Bioflok

21 Dec 2021, 11:22 WIBEditor : Gesha

Isra di kolam bioflok udang miliknya | Sumber Foto:ISRA

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh Besar --- Budidaya udang Vaname memiliki peluang kerja baru yang sangat menjanjikan. Pasalnya sebagian besar masyarakat di Gampong Layueun, Aceh Besar, 80 persen masyarakatnya hanya mengandalkan mata pencaharian sebagi nelayan.  Apalagi budidayaanya sangat mudah dan murah, dengan menggunakan bioflok.

"Untuk budidaya udang Vaname saya mencoba berinovasi dengan sistem bioflog, alasannya selain mudah juga biayanya relatif lebih murah," ungkap lulusan STM asal Gampong Layueun, Aceh Besar, Isra yang kini tengah menekuni budidaya kakap dan udang vaname dalam tambak. 

Kepada tabloidsinartani.com saat menyambangi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, dirinya mengungkapkan budidaya sistem bioflok ini baru dicoba bulan Juni lalu untuk memberi contoh dan edukasi kepada masyarakat yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan. "Perikanan budidaya udang Vaname sistem bioflog diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Menurut Isra, perikanan budidaya bisa dijadikan andalan sebagai penghasilan tambahan. Sehingga saat musim tertentu ketika mereka tidak bisa melaut, tapi bisa juga memenuhi kebutuhan biaya anak sekolah dan keluarganya melalui kegiatan budidaya. 

Sebagai pengurus Masjid di Gampongnya (Red Desa) Isra merasa prihatin melihat kondisi ekonomi nelayan setempat. Atas dasar itulah ia coba lakukan terobosan dengan perikanan budidaya sebagai alternatif. Setelah menamatkan sekolah di STM, Isra kemudian sempat bekerja sebagai kenek truk kayu di daerahnya. Namun pada tahun 2000 saat terjadi konflik akhirnya dia kembali bergelut di bidang usaha pengolahan ikan yang sebelumnya pernah ia tekuni. Akan tetapi usahanya tersebut gagal karena beberapa kali bangkrut dan gulung tikar.

Setelah pulih dari trauma psikologis akibat gelombang pasang tsunami yang telah merenggut nyawa saudara dan kedua orangtuanya. Selanjutnya pada tahun 2007 ia kembali bangkit menjadi nelayan untuk menafkahi keluarganya.  Karena penghasilannya dari nelayan yang sangat pas - pasan, akhirnya Juni 2021 Isra bertekad untuk belajar membudidayakan udang Vaname sistem bioflog dengan diameter 20 m. "Jumlah benur yang saya tebar dalam bioflog sebanyak 80 ribu ekor dan tersedia kincir angin untuk suplai oksigen," bebernya

Pihaknya berterima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam memberikan pendampingan dan pembinaan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat. "Walaupun sebagai alumni STM, saya punya niat untuk belajar dan berusaha, sebab dengan belajar berusaha dan berdoa apapun bisa kita lakukan," pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, S.Pi.,MSi menyebutkan kegiatan para nelayan di Aceh dalam memperoleh hasil tangkapan ikan di laut sangat dipengaruhi 2 musim, yakni musim Barat dan Timur.  Bagi nelayan yang berada di pesisir wilayah Barat kata Aliman, ini memang bermasalah ketika menghadapi musim Barat, begitu juga sebaliknya jika nelayan yang berada di wilayah timur akan menghadapi kendala saat musim timur.

Untuk itu, lanjut Aliman yang juga ketua Ikatan Alumni Abulyatama (IAA) Aceh mengajak masyarakat nelayan saat tidak melaut untuk menambah pendapatan alternatif melalui sektor budidaya dan pengolahan. Namun, untuk kegiatan alternatif tersebut perlu keahlian dan ketrampilan khusus. "Kita juga berupaya untuk mendukung, sehingga apa yang diusahakan nelayan dan keluarganya mendapatkan hasil yang seimbang," ujarnya.

Reporter : AbdA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018